Polda Jatim Petakan Daerah Rawan Kecelakaan di Jatim
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur melakukan pemetaan lokasi rawan kecelakaan, titik gangguan lalu lintas, dan daerah rawan bencana di sejumlah wilayah. Upaya ini dilakukan untuk melakukan perbaikan agar dapat menekan angka kecelakaan di Jatim. Pemetaan dilakukan mulai dari wilayah Malang, dan saat ini bergerak ke wilayah Trenggalek.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim, AKBP Edith Yuswo Widodo, mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas selama meningkatnya mobilitas masyarakat. Apalagi, dalam waktu dekat akan ada masa libur lebaran.
"Kami lakukan pemetaan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas terlebih ini menjelang Ramadhan yang mana mobilitas masyarakat juga meningkat," ujar AKBP Edith.
Sementara itu, Kompol Danu Anindhito Kuncoro selaku Analis Kebijakan Pertama Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim menambahkan, pemetaan ini dilakukan berdasarkan hasil survey tingkat kecelakaan lalu lintas maupun yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi.
βKami mengecek langsung kondisi di lapangan, termasuk sarana prasarana agar potensi kerawanan dapat diminimalkan secara maksimal,β ujar Danu.
Eks Wakapolres Gresik itu menyebutkan, di Trenggalek terdapat ruas jalan yang masuk kategori rawan kecelakaan, yakni Jalan Raya GandusariβKampak tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari.
βPenetapan area blackspot didasarkan pada jumlah kejadian serta tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di lokasi tersebut,β jelas Danu.
Sementara itu, lokasi yang dikategorikan sebagai titik gangguan antara lain Simpang Tiga Jarakan Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Titik ini dinilai rawan karena berada di kawasan pasar tradisional yang ramai aktivitas warga dan bersinggungan langsung dengan arus lalu lintas utama.
Selain itu, Polda Jatim juga memetakan daerah rawan bencana alam di Jalan Raya TrenggalekβPonorogo KM 15β18, tepat di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Ruas jalan tersebut berpotensi terdampak banjir dan tanah longsor, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Untuk itu, melalui kegiatan ini ke depan akan dilakukan upaya-upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang akan dikoordinasikan lintas instansi. Termasuk memberikan sosialisasi ke masyarakat tentang tata tertib berlalu lintas dan titik-titik rawan kecelakaan.
Advertisement