Petani di Sidoarjo Kompak Targetkan Tiga Kali Panen di Desa Gampingrowo
Semangat para petani di Desa Gampingrowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, semakin membara. Mereka menargetkan bisa panen hingga tiga kali dalam setahun, naik dari sebelumnya yang rata-rata hanya dua kali.
Salah satu petani Gampingrowo mengungkapkan, cuaca yang mendukung dan ketersediaan pupuk yang lebih mudah mendorong mereka untuk meningkatkan produktivitas. Namun, petani juga berharap harga gabah tetap stabil agar kesejahteraan bisa meningkat.
“Kami ingin panen bisa tiga kali setahun. Tapi yang paling penting, harga gabah jangan sampai turun. Sekarang di kisaran Rp7.100 sampai Rp7.300 per kilogram, itu sudah bagus bagi petani,” ujar seorang petani di sela acara Panen Raya, Rabu 8 Oktober 2025.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian Sidoarjo, Syafi’i, menegaskan, infrastruktur pengairan menjadi faktor penting untuk mencapai target tersebut. Menurutnya, banyak pintu air di wilayah Tarik yang sudah tua dan perlu perbaikan agar sistem irigasi bisa berjalan lancar.
“Kalau pengairan lancar, target tiga kali panen bisa tercapai. Saat ini kami sedang memetakan titik-titik irigasi yang perlu renovasi agar distribusi air ke sawah lebih optimal,” jelas Syafi’i.
Dinas Pertanian juga mendorong pemanfaatan lahan pertanian seluas sekitar 624 hektare di wilayah Tarik agar tetap produktif dan tidak beralih fungsi. Dengan pengelolaan air yang baik dan dukungan pupuk bersubsidi, potensi peningkatan hasil panen sangat terbuka.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), memberikan apresiasi atas semangat para petani dan langkah pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pangan.
“Desa ini luar biasa karena berkomitmen meningkatkan produktivitas hingga tiga kali panen setahun. Ini bukti semangat petani yang selaras dengan kebijakan Pak Prabowo Subianto yang menaikkan alokasi pupuk dari sekitar empat juta menjadi lebih dari sembilan juta ton tanpa birokrasi berbelit,” ujar BHS.
Ia menambahkan, dirinya akan mendorong perbaikan infrastruktur pertanian, terutama pintu air yang menjadi kunci kelancaran pengairan sawah.
“Saya sudah lihat langsung kondisi pintu air di lapangan. Banyak yang butuh renovasi agar aliran air tidak tersendat,” tegasnya.
Dengan dukungan kebijakan pupuk bersubsidi, perbaikan irigasi, serta kerja sama antara petani dan pemerintah daerah, Desa Gampingrowo diharapkan menjadi desa percontohan pertanian produktif di Kabupaten Sidoarjo.