Pertamina Dirlling dan Field Pertamina Cepu Gelar Sosialisasi Rencana Pengeboran Sumur KWG PXA-01
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) bersama Pertamina EP Cepu Field menggelar sosialisasi sekaligus audiensi dengan warga Desa Banyuurip dan Desa Wonosari, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, pada Selasa, 15 April 2025.
Pertemuan yang berlangsung di Kafe Rumah Makan Desa Wanglukulon ini merupakan respons atas penghentian mobilisasi kendaraan alat berat milik PT PDSI oleh warga pada Senin dini hari, 14 April 2025.
Bahas Proyek Pengeboran Sumur Migas KWG PXA-01
Kegiatan sosialisasi bertujuan menjelaskan rencana pengeboran Sumur Minyak Kawengan (KWG) PXA-01 di Desa Sukorejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Proyek pengembangan sumur tua ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi sektor minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan humas PT PDSI, Pertamina EP Cepu Field, Karang Taruna Wonosari–Banyuurip, serta pemangku kepentingan lainnya.
Komitmen PT PDSI Jaga Komunikasi dengan Masyarakat
Perwakilan Humas PT PDSI, Aris, menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang timbul akibat aktivitas mobilisasi alat berat, dan menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga komunikasi terbuka dengan warga sekitar lokasi proyek migas.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi dengan warga di sekitar wilayah kerja agar semua aktivitas berjalan lancar dan tanpa hambatan,” ujar Aris.
Ia menambahkan, pihak perusahaan sebelumnya telah mengirim surat pemberitahuan kepada kepala desa terkait kegiatan mobilisasi proyek pengeboran. Namun, terjadi miskomunikasi di lapangan yang menyebabkan terhambatnya proses awal proyek.
Penyesuaian Prosedur Subholding Upstream
Sony Aditya, Humas Pertamina EP Cepu Field Zona 11, menjelaskan bahwa sejak bertransformasi menjadi Subholding Upstream Pertamina, alur koordinasi dan dukungan stakeholder kini melalui tahapan baru, yakni dari field, zona, hingga regional. Hal ini berdampak pada mekanisme komunikasi antara operator dan masyarakat.
“Sebagai operator, Pertamina EP Cepu kini juga berkoordinasi langsung dengan SKK Migas. Proses sosialisasi seperti ini menjadi sarana penting untuk edukasi dan penerimaan masyarakat terhadap proyek migas,” jelasnya.
Sony berharap pelaksanaan proyek pengeboran KWG PXA-01 berjalan aman, kondusif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Warga Sambut Positif, Ada Tiga Kesepakatan Utama
Audiensi disambut positif oleh perwakilan warga. Ketua Karang Taruna Desa Wonosari, Paulus, mengungkapkan adanya tiga kesepakatan penting antara masyarakat dan perusahaan:
Pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam pelaksanaan proyek pengeboran.
Dukungan terhadap usaha lokal masyarakat di wilayah terdampak.
Kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Desa Banyuurip dan Desa Wonosari.
“Alhamdulillah, ketiga poin tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat sekitar,” kata Paulus.
Senada, Ketua Karang Taruna Banyuurip, Candra, menyampaikan apresiasinya atas transparansi dan keterbukaan informasi dari PT PDSI dan Pertamina EP Cepu Field.
“Jika komunikasi dilakukan sejak awal, warga pasti menyambut baik aktivitas proyek migas. Kami akan menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ucapnya.
Mobilisasi Proyek Migas Dilanjutkan Sesuai Jadwal
Proses mobilisasi alat berat untuk proyek KWG PXA-01 direncanakan berlangsung selama 20 hari ke depan, melintasi wilayah Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro. Sosialisasi yang dilakukan diharapkan memperlancar proses dan meningkatkan dukungan dari masyarakat.