Persela Rugi Besar, Tetap Kalah Hadapi PSIS Hanya 10 Pemain
Persela Lamongan rugi gagal memenuhi ambisinya untuk mengalahkan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu 24 Januari 2025, malam.
Tim Laskar Joko Tingkir itu dipaksa pulang dengan tangan hampa setelah dikalahkan tim tuan rumah PSIS dengan angka tipis 1-0.
Kekalahan gol semata wayang lewat tandukan Octavio Dutra ini merupakan kerugian besar bagi Persela. Karena peluang besar untuk memenangi pertandingan karena tim tuan rumah hanya bermain dengan 10.orang, terlewatkan dengan sia-sia.
Pada menit 31, pemain tengah PSIS, Safna Maulana Delpi terkena kartu merah. Ia dua kali melakukan pelanggaran yang sama. Yakni, menarik badan pemain Persela, John Mena, karena kalah adu kecepatan berlari.
Persela sempat mendominasi pertandingan dengan berkurangnya pemain tim Mahesa Jenar ini. Tetapi, hingga pertandingan babak I selesai, tidak mampu mencetak gol.
Sebaliknya, tim asuhan Bima Sakti justru kecolongan gol ketika pertandingan babak II baru berlangsung 9 menit. Tandukan kepala Dutra dengan memanfaatkan tendangan pojok meluncur deras tanpa bisa dihadang kiper Persela, Rafli Mahreza.
Rupanya gol ini menjadikan menyak pemain Persela turun. Irama dan gaya permainan yang ditampilkan tidak lagi berjalan apik. Bahkan, sering kecolongan bola dan salah umpan.
Coach Bima Sakti pun segera mengatur strategi dengan melakukan pergantian pemain. Tetapi, tidak terlihat cukup berarti. Sekalipun beberapa peluang mencetak gol sempat didapat, tetapi semua lewat.
Hingga pertandingan babak II berakhir, skor tidak berubah. Tim tuan rumah unggul 1-0 atas Persela.
Head Coach Persela Lamongan, Bima Sakti, mengaku kecewa. Ia menilai anak asuhnya telah berusaha maksimal, namun kurang efektif dalam memanfaatkan peluang yang ada.
“Kami sudah melakukan yang terbaik dan sebenarnya mendapat kesempatan ketika PSIS bermain dengan lawan yangbyanya 10 pemain. Tapi tidak bisa memanfaatkannya. Ini menjadi evaluasi bagi saya sebagai pelatih dan saya bertanggung jawab penuh atas hasil pertandingan hari ini,” ujarnya.
Ia juga menyinggung soal menurunnya kepercayaan diri pemain setelah kebobolan dan berdampak pada performa tim hingga akhir pertandingan.
“Setelah PSIS mencetak gol, terlihat sekali performa dan kepercayaan diri pemain kami drop. Ini yang harus kami benahi dan bangkitkan lagi. Pertandingan masih banyak dan kami harus fokus ke laga berikutnya,” tandasnya.
Sementara itu, Pelatih PSIS Semarang, Jefri Sastra, mengapresiasi kerja keras para pemainnya usai meraih kemenangan atas Persela Lamongan.
Menurutnya, hasil tiga poin bukanlah satu-satunya hal yang patut disyukuri. Tetapi dia salut atas performa dan disiplin tim selama 90 menit pertandingan.
“Alhamdulillah malam ini semua pemain luar biasa. Tiga poin ini tentu kami syukuri, namun kami tidak akan berhenti sampai di sini,” katanya.
Dengan kekalahan iposisi Persela di klasemen sementara tidak berubah. Tetap pada peringkat 6 dengan koleksi 26 poin. Demikian pula PSIS masih di peringkat 9 dengan 11 poin.
Advertisement