Persebaya Surabaya, Data dan Fakta Jelang BRI Super League 2025/2026
Persebaya Surabaya bersiap menatap musim baru BRI Super League 2025/26 dengan semangat dan ambisi besar. Di bawah pelatih baru asal Spanyol, Eduardo Perez, tim Bajul Ijo menjalani persiapan intensif demi target tinggi: juara Liga.
Manajemen Persebaya melakukan pembenahan besar setelah musim 2024/25 hanya finis di peringkat keempat. Penunjukan Eduardo Perez sebagai pelatih kepala menjadi sinyal kuat keseriusan klub membangun tim yang solid, modern, dan kompetitif di papan atas.
Hasil Uji Coba Positif, Persebaya Matangkan Taktik
Selama masa pramusim, Persebaya telah melakoni tiga laga uji coba menghadapi Persik Kediri, Football West All Star, dan PSS Sleman. Hasilnya cukup menggembirakan: dua kemenangan dan satu imbang. Namun, pelatih Eduardo Perez menekankan bahwa uji coba bukan soal skor akhir, melainkan proses membentuk pola permainan tim. “Laga uji coba bukan tentang menang, tapi bagaimana menguji hasil latihan,” ujar Perez.
Eduardo Perez, Pelatih Asal Spanyol dengan Filosofi Modern
Eduardo Perez Moran bukan nama asing di sepak bola Indonesia. Ia pernah menjadi pelatih kiper Timnas Indonesia era Luis Milla (2017–2018), serta pernah melatih PSS Sleman pada musim 2019/2020. Berlisensi UEFA Pro, Perez mengusung filosofi permainan menyerang berbasis penguasaan bola dengan formasi fleksibel seperti 4-3-3 dan 4-2-3-1. “Saya sangat optimistis. Latihan berjalan baik, dan tim berkembang dari hari ke hari,” katanya.
Perpaduan Pemain Lama dan Baru: Lebih Dalam dan Kompetitif
Kekuatan Persebaya musim ini dibangun dari kombinasi pemain lama yang loyal dan rekrutan baru yang berkualitas. Pemusatan latihan di Perth, Australia, juga memperkuat chemistry tim. Kedalaman skuad menjadi salah satu modal penting untuk bersaing dalam jadwal padat Super League.
Salah satu sosok sentral di lini depan Persebaya adalah Bruno Moreira Soares. Winger asal Brasil ini tampil konsisten dan menjadi andalan dalam membongkar pertahanan lawan. Kembali ke Persebaya usai sempat merumput di Liga Yunani, Bruno menunjukkan loyalitas sekaligus menjadi mentor bagi para pemain muda.
Rekrutan anyar paling menonjol adalah Francisco Rivera, gelandang serang asal Meksiko yang didatangkan dari Madura United. Dengan nilai pasar mencapai Rp 7,82 miliar (versi Transfermarkt), Rivera menjadi pemain termahal di skuad Bajul Ijo.
Rivera dikenal sebagai otak permainan dengan visi tajam, kontrol tempo mumpuni, dan akurasi umpan tinggi. Ia juga pernah menyandang gelar Pemain Terbaik Liga 1 2023/24, membuatnya menjadi harapan baru di lini tengah Persebaya.
Laga Pembuka: Persebaya vs PSIM Yogyakarta
Persebaya akan mengawali langkah di BRI Super League 2025/26 dengan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada Jumat, 8 Agustus 2025. Dukungan penuh Bonek dan Bonita diharapkan menjadi pembeda saat Bajul Ijo memulai perjalanannya di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Penjaga Gawang:
Ernando Ari Sutaryadi (21)
Andhika Ramadani (52)
Muhammad Ilham Al-Arif (39)
Rendy Oscario (27)
Pemain Belakang:
Arief Catur Pamungkas (2)
Randy May (18)
Kadek Raditya Maheswara (23)
Koko Ari Arya (33)
Sheva Kardanu (66)
Rahmat Irianto (53)
Dime Dimov (4)
Risto Mitrevski (5)
Mikael Tata (25)
Fedly Damara (73)
Pemain Tengah:
Dimas Wicaksono (26)
Sadida Nugraha (55)
Toni Firmansyah (68)
Alfan Suaib (28)
Oktafianus Fernando (27)
Milos Raickovic (88)
Francisco Rivera (7)
Dejan Tumbas (91)
Alfredo Nararya (72)
Pemain Depan:
Malik Risaldi (79)
Rizky Dwi Pangestu (9)
Ichsas Baihaqi (81)
Gali Freitas (22)
Mihailo Perovic (11)
Bruno Moreira Soares (10)
Jay Amru (71)
Official
Pelatih Kepala: Eduardo Perez
Assisten Pelatih: Shin Sang-Gyu
Assiten Pelatih: Uston Nawawi
Pelatih Kiper: Felipe Americo
Dokter Tim: Ahmad Ridhoi
Dokter Tim: Abdul Hayyan Al Jabbar
Fisioterapi: Dani Maulana
Asisten Pelatih Fisik: Andri Sukoyo