Persebaya Hancurkan Semen Padang, Peran Bruno Paraiba Usai Cedera Jadi Kunci Kemenangan
Kemenangan telak Persebaya Surabaya atas Semen Padang FC pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/26 benar-benar jadi bukti kematangan strategi tim. Laga di Stadion H Agus Salim, Jumat 15 Mei 2026 itu tak hanya soal kemenangan besar, tapi juga momentum kebangkitan pemain yang sempat terpuruk karena cedera.
Adalah Bruno Paraiba, striker asal Brasil, yang jadi sorotan utama. Ia tampil menggila dengan mencetak hattrick, padahal sebelumnya sempat menepi cukup lama.
Cedera Sejak Januari, Baru Kembali Bertahap
Paraiba diketahui mengalami cedera tak lama setelah debutnya bersama Persebaya saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada 25 Januari 2026. Dalam laga itu, ia sempat mencetak gol, namun setelahnya harus absen di beberapa pertandingan karena masalah kebugaran.
Cedera tersebut membuat kondisinya belum sepenuhnya pulih hingga memasuki pertengahan musim. Bahkan, tim pelatih harus ekstra hati-hati dalam mengembalikan kebugarannya agar tidak kambuh.
Pelatih Bernardo Tavares pun memilih strategi bertahap: tidak langsung memainkan Paraiba sebagai starter, melainkan menyimpannya sebagai opsi di babak kedua.
Taktik Tavares Jadi Pembeda
Sejak awal laga, Persebaya sebenarnya sudah berada di atas angin. Gol dari Francisco Rivera dan Arief Catur Pamungkas di babak pertama membuat tim tamu unggul nyaman.
Namun, Tavares merasa timnya masih butuh dorongan tambahan. Masuk babak kedua, perubahan dilakukan. Koko Ari masuk menggantikan Riyan Ardiansyah.
Hasilnya langsung terlihat. Lima menit setelah restart, Bruno Moreira mencetak gol ketiga usai menerima umpan matang dari Rivera.
Situasi makin berat bagi Semen Padang setelah kartu merah di menit ke-60. Unggul jumlah pemain, Persebaya makin leluasa. Mihailo Perovic kemudian menambah gol keempat.
Super Sub yang Langsung Menggila
Di momen inilah Paraiba dimasukkan. Keputusan yang awalnya terlihat biasa, justru jadi titik balik paling menentukan.
Baru beberapa menit di lapangan, ia langsung mencetak gol lewat penalti pada menit ke-66. Setelah itu, dua gol tambahan lahirβsatu lewat penyelesaian tenang di depan gawang, dan satu lagi melalui sundulan tajam di masa injury time.
Hattrick tersebut jadi bukti bahwa meski belum 100 persen, insting gol Paraiba tetap tajam.
Tavares mengakui keputusan ini sudah dirancang sejak awal.
βItu adalah strategi. Karena saat ini kebugaran Mika lebih baik daripada Paraiba. Paraiba baru kembali dari cedera dan mencoba selangkah demi selangkah,β ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kemenangan besar ini bukan hanya soal individu.
βGol bukan hanya soal pencetaknya, tapi juga tim yang merebut bola dan pemberi assist. Ini olahraga kolektif,β tambahnya.
Evaluasi dan Fokus Laga Penutup
Penampilan solid Persebaya juga mendapat apresiasi dari gelandang muda Toni Firmansyah. Ia menyebut kemenangan ini lahir dari kerja keras tim sejak awal.
Meski begitu, evaluasi tetap jadi perhatian. Passing dan kontrol bola dinilai masih perlu diperbaiki.
Selanjutnya, Persebaya akan menghadapi Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Dengan performa yang terus meningkat dan kembalinya Paraiba, Bajul Ijo punya modal kuat untuk menutup musim dengan hasil maksimal.
Advertisement