Perjalanan Ramadhan Sananta, Striker Timnas yang Siap Jadi Mesin Gol Persebaya
Persebaya Surabaya resmi memperkuat lini serangnya dengan mendatangkan penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, untuk menghadapi Super League Indonesia musim 2026/2027.
Striker berusia 23 tahun itu bergabung dengan Green Force setelah mengakhiri petualangannya bersama klub Liga Malaysia, DPMM FC. Kehadirannya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) diharapkan mampu menambah daya gedor Bajol Ijo yang memasang target tinggi pada musim baru.
Sananta Bangga Bergabung dengan Persebaya
Ramadhan Sananta mengaku sangat antusias bisa bergabung dengan salah satu klub terbesar di Indonesia tersebut.
"Saya sangat senang dan bangga bisa bergabung dengan Persebaya. Ini adalah salah satu klub tertua dan terbesar di Indonesia. Saya berharap kehadiran saya bisa memberikan kontribusi positif dan membantu tim meraih target yang sudah ditetapkan," ujar Sananta.
Menurut penyerang kelahiran Daik, Kepulauan Riau itu, kembali bermain di kompetisi Indonesia memang menjadi keinginannya setelah semusim berkarier di Malaysia. "Setelah bermain di Malaysia, saya memang ingin kembali merasakan atmosfer kompetisi di Indonesia," katanya dikutip di laman ileague.
Ia juga menilai kualitas kompetisi sepak bola Indonesia terus mengalami perkembangan sehingga semakin kompetitif.
"Saya melihat banyak perkembangan positif di liga, dan itu membuat saya semakin antusias untuk kembali bermain di sini. Liga Indonesia juga sangat kompetitif karena setiap pertandingan selalu sulit diprediksi," tambahnya.
Semusim Bersama DPMM FC
Sebelum kembali ke Tanah Air, Sananta memperkuat DPMM FC di Liga Malaysia musim 2025/2026.
Selama satu musim, ia tampil dalam 21 pertandingan dan mencatatkan 2 gol serta 1 assist. Meski belum menunjukkan performa terbaiknya, pengalaman bermain di luar negeri disebut menjadi bekal berharga bagi perkembangan kariernya.
Kini, Sananta berharap dapat kembali menemukan ketajamannya bersama Persebaya.
Bernardo Tavares Jadi Faktor Penting
Salah satu alasan Sananta menerima pinangan Persebaya adalah keberadaan pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares.
Menurutnya, pelatih tersebut memiliki peran besar dalam perkembangan kariernya dan menjadi sosok yang memberikan kepercayaan sejak awal.
"Persebaya menjadi pilihan saya karena proyek dan ambisinya sangat jelas. Selain itu, kehadiran Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya dan memberikan kepercayaan besar kepada saya," ungkapnya.
Tak Sabar Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo
Sebagai pemain Timnas Indonesia yang telah mengoleksi 18 caps, Sananta juga mengaku tak sabar merasakan atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo yang dikenal memiliki dukungan luar biasa dari Bonek dan Bonita.
"GBT merupakan salah satu stadion terbaik di Indonesia. Saya sudah tidak sabar bermain di sana dan merasakan langsung dukungan puluhan ribu Bonek dan Bonita, terutama saat pertandingan-pertandingan besar maupun laga derby," ujarnya.
Ia menyadari ekspektasi besar dari suporter Persebaya dan berjanji akan membalas kepercayaan tersebut dengan kerja keras di lapangan.
"Bonek dan Bonita adalah salah satu basis suporter terbesar di Indonesia. Dukungan mereka menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi saya untuk selalu memberikan performa terbaik di setiap pertandingan. Saya ingin membalas kepercayaan mereka dengan kerja keras di lapangan," tegasnya.
Ingin Kembali Tajam dan Rebut Tempat di Timnas Indonesia
Ramadhan Sananta pernah menjadi salah satu striker paling tajam di Liga Indonesia saat membela PSM Makassar pada musim 2022/2023 dengan torehan 11 gol dan 2 assist dalam 24 pertandingan.
Selanjutnya, bersama Persis Solo pada musim 2023/2024 hingga 2024/2025, ia mencatatkan 13 gol dan 3 assist dari 33 pertandingan.
Kini bersama Persebaya, Sananta bertekad mengembalikan performa terbaiknya sekaligus membuka peluang kembali memperkuat Timnas Indonesia setelah sempat absen pada agenda FIFA Matchday Juni 2026.
Dengan usia yang masih 23 tahun, Sananta diyakini masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi ujung tombak andalan Persebaya dalam mengarungi Super League Indonesia musim 2026/2027.