Pergoki Maling, Pemilik Gudang Buah Kelapa Terluka Kena Sabetan Clurit
Ramdan, 41 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Rejosari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Luka itu akibat sabetan clurit pelaku pencurian buah kelapa di gudang miliknya. Pelaku menyerang korban setelah aksinya terpergok. Usai melukai korban, pelaku langsung kabur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 29 September 2025 dinihari, sekitar pukul 02.45 WIB. Ramdan memang sudah berjaga karena pelaku sudah beberapa kali melakukan aksinya. Lokasi gudang hanya berada sekitar 30 meter dari rumahnya. Aksi pelaku bahkan terekam kamera pengawas yang terpasang di gudang tersebut.
"Sebelum ada CCTV satu kali, setelah ada CCTV ini total empat kali dengan kejadian yang terakhir," jelasnya, Selasa, 30 September 2025.
Ramdan menjelaskan, saat kejadian, istrinya yang pertama kali melihat aksi pelaku. Seketika itu dirinya menghampiri pelaku. Namun di luar dugaan pelaku menyerangnya dengan clurit. Melihat itu, korban berusaha menjauh hingga terjatuh. Saat itulah pelaku menyabetkan clurit ke arahnya.
"Pas saya jatuh saya diserang kena bagian kaki, lalu dia menyerang lagi dan mengenai tangan kanan saya," jelasnya.
Saat yang sama, semakin banyak warga yang berdatangan. Akhirnya nyali pelaku ciut dan memilih kabur dengan mengendarai sepedanya. Setelah berobat, korban kemudian melapor ke Polsek Glagah.
Kapolsek Glagah Iptu Edi Jaka Supa'at mengatakan, korban melapor sekitar pukul 07.00 WIB Senin, pagi. Penyidik Unit Reskrim langsung mengantar korban untuk melakukan visum. Selanjutnya, korban dimintai keterangan seputar kejadian tersebut. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian kaki kanan, tangan kanan dan kiri, serta di bagian wajah.
"Korban berusaha menangkap pelaku, namun pelaku melakukan perlawanan dengan mengunakan senjata tajam jenis clurit," terangnya.
Polisi sudah melakukan olah TKP. Saat ini beberapa rekaman CCTV sudah dikantongi sebagai petunjuk untuk mengungkap kasus ini. Berdasarkan keterangan korban dan rekaman CCTV, pelaku diketahui mengenakan pakaian serba gelap. Pelaku juga mengenakan sebo dan helm. Pelaku beraksi dengan mengendarai sepeda motor yang dilengkapi tempat untuk membawa barang atau tobos.
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap perkara ini, semoga bisa segera terungkap pelakunya," ujarnya.