Percikan Api Bediang Bakar Kandang dan Rumah Warga Pantura Lamongan, Dua Jam Rugi Rp62 Juta
Percikan api berasal dari bediang--perapian yang biasa dibuat untuk mengusir nyamuk pada kandang ternak--, dididuga sebagai penyebab kebakaran di Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan, Senin 19 Oktober 2026, dinihari.
Korbannya, kandang ternak milik Ahmad Yasin, 50 tahun, dan sebagian rumah milik Kamilan, 51 tahun, warga setempat.
Akibatnya, kebakaran yang berlangsung sekitar dua jam dan sempat membuat panik warga itu menimbulkan kerugian hingga mencapai Rp62 juta.
"Warga panik karena angin saat kejadian bertiup kencang dan sempat merembet bangunan lain," tutur Agus, petugas Damkar Korwil Paciran.
Kerugian sebesar yang tercatat itu terinci akibat terbakarnya bangunan kandang seluas 20x5 meter persegi, enam ekor kambing dan 50 ekor ayam Bangkok yang ada di dalam kandang milik Ahmad Yasin .
Selebihnya, kerugian sebagian bangunan dapur milik Kamilan, yang sempat terbakar dan sempat diselamatkan dengan pemadaman oleh petugas damkar.
"Alhamdulillah teman-teman dengan dibantu warga berhasil memadamkan api, sehingga angunan rumah dan sekitar 15 ekor kambing berhasil diselamatkan," imbuh Agus.
Diketahui, awal kebakaran diketahui Sabtu 18 Oktober 2026, sekitar pukul 22.30 WIB. Sedang Damkar Korwil Paciran menerima laporan pukul 23.03 WIB dan langsung berangkat.
Petugas Damkar yang berangkat dengan membawa satu unit mobil suplay tersebut hanya butuh waktu sekitar lima menit untuk tiba di lokasi sejarak 7 kilometer tersebut. Api berhasil dilumpuhkan sekitar pukul 00.30 WIB.
Sumber kebakaran diduga kuat dari percikan api yang berasal dari bediang. Percikan api mengenai tumpukan kulit jagung yang kering hingga merantak dan menyambar bangunan yg terbuat dari kayu serta bahan yang mudah terbakar.
Termasuk merambat ke dapur rumah disampingnya dan api sudah tidak terkendali. Warga sekitar sempat melakukan pemadaman tetapi kewalahan. Akhirnya meminta bantuan Damkar Korwil Paciran.