Penguasaan Bola Persebaya Hanya 39 Persen, tapi Bisa Bantai Arema, Apa Sebabnya?
Persebaya Surabaya tampil luar biasa saat menghadapi Arema FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 Indonesia. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa, 28 April 2026 sore, Bajol Ijo sukses membungkam rivalnya dengan skor telak 4-0.
Menariknya, kemenangan besar ini tidak diraih lewat dominasi penguasaan bola. Persebaya hanya mencatatkan 39 persen ball possession. Lalu, apa yang bikin mereka tetap bisa menang telak?
Jawabannya ada pada efektivitas dan perubahan strategi di babak kedua.
Empat gol kemenangan Persebaya lahir dari dua gol Francisco Rivera, serta masing-masing satu gol dari Mikael Tata dan Jefferson Silva. Dari sembilan tembakan yang dilepaskan, tujuh di antaranya tepat sasaran. Rasio ini menunjukkan betapa klinisnya penyelesaian akhir tim asuhan Bernardo Tavares.
Sementara itu, Arema FC sebenarnya bukan tanpa peluang. Beberapa kali mereka mencoba menekan. Namun, solidnya lini belakang Persebaya serta kecepatan dalam transisi membuat setiap ancaman bisa dipatahkan.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan bahwa kunci kemenangan justru lahir dari komunikasi di ruang ganti saat jeda pertandingan.
“Kami berbicara saat jeda, kami melakukan beberapa koreksi tanpa bola. Dan kami memiliki peluang di babak kedua, peluang besar,” ujar Tavares dalam konferensi pers usai laga.
Masuk babak kedua, permainan Persebaya terlihat jauh lebih rapi. Pergerakan tanpa bola lebih hidup, jarak antar lini lebih terjaga, dan serangan balik berjalan efektif. Gol demi gol pun akhirnya mengalir deras.
“Kami mencetak gol pertama dan setelah itu kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol kedua, kami mencetak gol kedua, kami mencetak gol ketiga, kami mencetak gol keempat,” lanjutnya.
Tavares juga menegaskan, mencetak empat gol ke gawang Arema bukan perkara mudah. Apalagi sebelumnya Arema mampu menahan imbang Persib Bandung yang sedang berada di puncak klasemen.
“Saya rasa tidak mudah mencetak empat gol melawan Arema. Ini berarti tim saya telah bekerja keras. Sikap yang mereka tunjukkan hari ini sangat bagus,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Kemenangan ini memang jadi modal penting. Tapi Persebaya tak boleh terlena. Tantangan berikutnya sudah menunggu saat mereka menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo pada 2 Mei 2026.
Laga tersebut dipastikan tak kalah penting. Dukungan suporter bakal jadi energi tambahan bagi Bajol Ijo untuk menjaga tren positif.
Dengan gaya main efektif dan komunikasi tim yang makin solid, Persebaya menunjukkan bahwa penguasaan bola tinggi bukan segalanya. Yang paling penting adalah bagaimana memaksimalkan setiap peluang.