Penggunaan Bahasa Indonesia di Pergaulan Internasional Meluas Setelah Ada Pangakuan UNESCO
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelar silaturahmi dengan Forum Wartawan Pendidikan. Acara ini di berlangsung di Kantor Pusat Pengembangan Bahasa dan Satra di kawasan Indonesia Peace Security Citeurep, Bogor, Jawa Barat.
Isu penting yang dibahas dalam pertemuan ini antara lain tentang menguatnya penggunaan bahasa Indonesia di tengah pergaulan internasional, pemutakhiran Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), serta tentang pelaksanaan Tes Kemampuan Akeddemik (TKA) jenjang kelax VI SD dan Kelas IX yang diselenggarakan tahun 2026 ini.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa| Hafidz Muksin, mengatakan, posisi Bahasa Indonesia semakin menguat sebagai bahasa internasional setelah ditetapkan sebagai bahasa resmi ke-10 Sidang Umum UNESCO pada November 2023. Penetapan ini mengangkat martabat Indonesia di tingkat global.
Didukung potensi ekonomi Indonesia, kemudahannya dipelajari, serta peningkatan penutur di luar negeri melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Langkah ini membuka pintu bagi diplomasi budaya dan kerja sama internasional yang lebih luas, meskipun tantangan untuk menjadi lingua franca dunia tetap memerlukan dukungan berkelanjutan dari semua pihak.
Alasan Bahasa Indonesia Berpotensi Menjadi Bahasa Internasional
Pengakuan UNESCO: Menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO memberikan pengakuan formal dan meningkatkan prestise bahasa Indonesia dengan lebih dari 275 juta penutur. Pada Festival BIPA 2025 di Jakarta, Al Azhar Mesir menyatakan akan membuka Progam Studi Bahasa Indonesia, yang tenaga pengajarnya didatangkan dari Indonesia.
"Ini suatu bukti bahasa Indonesia semakin diminati dunia internasional," kata Hafidz Muksin, Sabtu, 24 Januari 2026, malam.
Menurut Hafidz, Bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa dengan penutur terbanyak di dunia, menjadikannya alat komunikasi yang vital.
Bahasa Indonesia Mudah Dipelajari
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menarik minat investor dan pebisnis, mendorong kebutuhan akan Bahasa Indonesia untuk komunikasi bisnis internasional.
Kemudahan Dipelajari: Struktur Bahasa Indonesia dianggap relatif sederhana dan logis, menjadikannya lebih mudah dipelajari oleh penutur asing dibandingkan bahasa lain. Pengakuan ini memperluas diplomasi budaya Indonesia dan memperkenalkan kekayaan budaya nusantara kepada dunia.
Peningkatan Penggunaan: Bahasa Indonesia kini dapat digunakan dalam sidang-sidang internasional dan dokumen resmi UNESCO.
Promosi Global: Program BIPA telah berkembang di 52 negara, menunjukkan minat asing yang meningkat.
"Pemerintah, akademisi, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk terus mempromosikan dan mengembangkan bahasa Indonesia, salah satunya dengan sikap positif dalam penggunaan," ujarnya.
Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dikatakan memiliki peran penting dalam memastikan bahwa bahasa Indonesia tetap relevan dan dinamis.
“Pengakuan UNESCO itu harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan penggunaan bahasa Indonesia di berbagai sektor. Dengan memanfaatkan momentum ini, Indonesia dapat lebih mempromosikan bahasa dan budayanya di dunia internasional, memperkuat diplomasi, dan memastikan pengembangan serta pelestarian bahasa Indonesia untuk generasi mendatang,” pesan Hafidz.
KKBI Penuntun Berbahasa Dengan Baik dan Benar
Menyinggung soal KBBI oleh Hafidz dinilai sebuah karya yang berfungsi sebagai referensi dan sumber belajar. Kamus pada umumnya berupa senarai kata yang disusun secara alfabetis. Selain itu, disertakan pula informasi mengenai ejaan, pelafalan, kelas kata, makna kata, kadangkala sejarah kata, dan contoh pemakaian kata dalam kalimat. Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah salah satu sumber belajar yang dapat digunakan siswa dan guru dalam pembelajaran kosakata baku dan tidak baku.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin menegaskan, pemutakhiran KBBI mencerminkan dinamika perkembangan bahasa masyarakat, termasuk serapan dari bahasa daerah, bahasa pergaulan, hingga bahasa asing.
“Bahasa menunjukkan bangsa. Semua bentuk perkembangan bahasa dicatat dalam KBBI, termasuk kata-kata yang bersifat kasar, agar masyarakat mengetahui mana yang patut digunakan dan mana yang sebaiknya dihindari,” ujar Hafidz.
Silaturahmi dengan Fortadik ini juga menghadirkan nara sumber Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Bahasa Dora Amalia. Acara diakhiri dengan penyerahanan Kamus Besar Bahasa Indonesia kepada wartawan.