Pengendalian Diri Bermedsos, Termasuk Hakikat Puasa Ramadan
Bagi umat Islam berpuasa adalah menunaikan kewajiban. Selebihnya, selain berharap semoga Allah SWT menerimanya juga semoga Allah SWT melipatgandakan pahala puasa.
Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam (SAW) bersabda:
ููููู ุนูู ููู ุงุจููู ุขุฏูู ู ููุถูุงุนููู ุงููุญูุณูููุฉู ุนูุดูุฑู ุฃูู ูุซูุงููููุง ุฅุฅูููู ุณูุจูุนูู ูุงุฆูุฉู ุถูุนููู ููุงูู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌูููู ุฅููุงูู ุงูุตููููู ู ููุฅูููููู ููู ููุฃูููุง ุฃูุฌูุฒูู ุจููู ููุฏูุนู ุดูููููุชููู ููุทูุนูุงู ููู ู ููู ุฃูุฌูููู
โSetiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah โAzza wa Jalla berfirman (yang artinya), โKecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.โ (HR Muslim)
Hakikat pengertian puasa tidak saja mampu menahan diri dari makan, minum, atau berhubungan intim di siang hari Ramadhan (jimak). Lebih dari itu pengertian puasa adalah menahan diri dari segala perbuatan dan ucapan yang diharamkan.
Demikian dijelaskan KH Abdul Muiz Ali, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, dalam topik "Hakikat Puasa dan Pengendalian Diri Selama Ramadhan" dalam mui-digital. Berikut uraiannya lebih jauh:
Pada arti ini, penting bagi orang saat sedang berpuasa, untuk tidak saja mampu menahan haus dan lapar, tapi juga harus mampu menahan mulut, mata, telinga, tangan, dan anggota tubuh lainnya dari perbuatan yang dapat mengurangi atau menghilangkan pahala puasa.
ุฑูุจูู ุตูุงุฆูู ู ุญูุธูููู ู ููู ุตูููุงู ููู ุงูุฌูููุนู ููุงูุนูุทูุดู
โBetapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.โ (HR Ath Thabaroni)
Hadits di atas sebagai warning agar puasa kita tidak sia-sia tidak berpahala, sebagaimana dikuatkan dalam hadits lain;
ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููููุณู ุงูุตููููุงู ู ู ููู ุงููุฃููููู ููุงูุดููุฑูุจู ููููุทูุ ุงูุตูููููุงู ู ู ููู ุงููููุบููู ููุงูุฑููููุซู
โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โPuasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum saja, puasa adalah menahan diri dari perkataan sia-sia dan keji.โ (HR Baihaqi dan Al-Hakim).
Membicarakan Kejelekan Orang Lain
Termasuk contoh menahan diri dari perkataan yang sia-sia adalah ghibah, yaitu membicarakan kejelekan, kesalahan atau kekurangan orang lain.
Baik secara langsung atau melalui media sosial. Membicarakan, menulis atau merasa nyaman mendengarkan kejelekan, kesalahan dan kekuarangan orang lain disebut, semuanya sama termasuk ghibah, dan perbuatan ghibah termasuk penyebab puasanya sia-sia atau tidak berpahala.
Dalam salah satu riwayat hadits disebutkan sebagai berikut:
ุฎูู ูุณู ููููุทูุฑููู ุงูุตููุงุฆูู ู ุงููุบููุจูุฉู ููุงููููู ููู ูุฉู ููุงููููุฐูุจู ููุงููููุจูููุฉู ููุงููููู ูููู ุงููููุงุฌูุฑูุฉู
โLima hal yang menyebabkan batalnya puasa, yaitu ghibah, mengadu domba, berdusta, ciuman, dan sumpah palsu.โ
Terhadap hadits riwayat di atas Imam Nawawi menjelaskan:
ููุฃูุฌูุงุจู ุฃูุตูุญูุงุจูููุง ุนููู ููุฐููู ุงููุฃูุญูุงุฏููุซู ุณูููู ุงููุฃูุฎููุฑู ุจูุฃูููู ุงููู ูุฑูุงุฏู ุฃูููู ููู ูุงูู ุงูุตููููู ู ูููููุถููููุชููู ุงููู ูุทููููุจูุฉู ุฅูููู ูุง ููููููู ุจุตูุงูุชู ุนู ุงููุบู ูุงูููุงู ุงูุฑุฏุฆ ููุง ุฃูููู ุงูุตููููู ู ููุจูุทููู ุจููู. ููุฃูู ููุง ุงููุญูุฏููุซู ุงููุฃูุฎููุฑู (ุฎูู ูุณู ููููุทูุฑููู ุงูุตููุงุฆูู ู) ููุญูุฏููุซู ุจูุงุทููู ููุง ููุญูุชูุฌูู ุจููู. ููุฃูุฌูุงุจู ุนููููู ุงููู ูุงููุฑูุฏูููู ููุงููู ูุชููููููู ููุบูููุฑูููู ูุง ุจูุฃูููู ุงููู ูุฑูุงุฏู ุจูุทูููุงูู ุงูุซููููุงุจู ููุง ููููุณู ุงูุตููููู ู.
โSahabat kami (ulama kalangan Syafiiyyah) menjawab hadits-hadits tersebut, selain hadits kelima, bahwa yang dimaksud sesungguhnya kesempurnaan puasa dan keutamaan yang dituntut dapat diperoleh dengan menjaga puasa dari perbuatan sia-sia, dan perkataan yang buruk, bukan bahwa puasa batal dengannya. Adapun hadits terakhir, (Lima hal yang menyebabkan batalnya puasa) haditsnya batil tidak dapat dijadikan hujjah. Imam Mawardi, Al-Mutawalli, dan yang lainnya telah menjawab bahwa yang dimaksud batal adalah batal pahalanya, buka puasanya.โ (Abu Zakariya Muhyiddin bin Syaraf An-Nawawi, Majmuโ Syarhul Muhadzzab, juz VI halaman 356).
Dalam keterangan kitab lain disebutkan:
ู ุนูู ุงูู ูุทุฑุ ููููู โ ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู -: ยซู ู ูุงู ูุฃุฎูู ูุงูุฅู ุงู ูุฎุทุจ: ุฃูุตุช.. ููุง ุฌู ุนุฉ ููยป . ููู ูุฑุฏ: ุฃู ุตูุงุชู ุชุจุทูุ ูุฅูู ุง ุฃุฑุงุฏ: ุฃู ุซูุงุจู ูุณูุทุ ุญุชู ูุตูุฑ ูู ู ุนูู ู ู ูู ูุตู
โAdapun hadits tersebut, maka yang dimaksud adalah menggugurkan pahala puasa, sehingga menjadi makna perkara yang membatalkan puasa, sebagaimana contoh hadits Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, โBarangsiapa yang berkata kepada saudaranya sedangkan imam berkhutbah, โ Diamlahโ, maka tidak ada Jumat baginya,โ hadits ini tidak bermaksud sholatnya batal, akan tetapi yang dimaksud adalah bahwasanya pahala Jumatnya gugur sehingga menjadi makna orang yang tidak shalat.โ (Al-Bayan fi Madzhabi syafiโi, juz 3, halaman 536).
Untuk kesempurnaan ibadah puasa Ramadan kita, maka selama berpuasa hindari bacaan, postingan berita, gambar, video dan lainnya yang mengarah pada ghibah, fitnah, adu domba dan perbuatan apapun yang diharamkan.
Advertisement