Pengelolaan Sampah Sirkular di Banyuwangi Dilakukan Hingga ke Tingkat Sekolah
Upaya pengelolaan sampah secara sirkular di Banyuwangi telah diimplementasikan hingga ke tingkat sekolah. Salah satunya di SMPN 3 Banyuwangi. Sekolah ini berhasil mengolah sampah secara terstruktur dan berkelanjutan dan bahkan memiliki bank sampah yang dikelola langsung oleh murid-murid SMPN 3 Banyuwangi.
Pelajar SMPN 3 Banyuwangi memanfaatkan duan dan ranting yang ada di sekitar sekolah. Sekedar tahu, di halaman SMPN 3 Banyuwangi terdapat banyak pohon besar yang rimbun. Dedaunan dan ranting pohon tersebut awalnya menjadi sampah. Namun kini telah menjadi aset ekonomis bagi para pengelolaan sampah sekolah.
Para siswa dan pendidik di sana telah mampu mengelola daun dan ranting menjadi produk bernilai ekonomis. Tak dedaunan dan ranting, sisa makanan dari siswa juga dikumpulkan mereka untuk diolah bersama.
Pengolahan sampah tersebut dilakukan di halaman belakang sekolah. Sampah-sampah yang dikumpulkan setiap hari diproses sehingga memiliki nilai tambah. Prosesnya dilakukan secara bertahap, mulai dari pengumpulan daun kering, kemudian diolah menjadi kompos setengah matang, hingga menjadi kompos siap panen.
Selanjutnya pupuk kompos itu dikemas sebagai pupuk organik berkualitas premium. Pupuk produksi siswa tersebut bahkan telah dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan. Selain kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah.
"Sisa makanan dari MBG juga kami kelola sebagai pakan maggot. Hasilnya kemudian digunakan untuk pakan ikan nila yang ada di kolam sekolah,” terang M. Fadil, siswa kelas 8.
Pelajar ini mengatakan, dirinya telah mengikuti kegiatan pengelolaan sampah sejak kelas 7. Ia mengaku memang suka melakukan kegiatan cocok tanam dan pertanian.
"Sejak kelas 7 sudah ikut mengelola sampah. Di rumah juga suka tanam-tanam, jadi senang bisa praktik langsung di sekolah,” katanya.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, sempat mengunjungi proses pengolahan sampah tersebut. Diapun mengapresiasi upaya pengolahan sampah sirkular oleh SMPN 3 Banyuwangi. Dia berharap program serupa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
"Ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Tinggal terus dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Dia menegaskan, pengolahan sampah sirkular yang dilakukan pelajar SMPN 3 Banyuwangi ini bisa menjadi role model untuk sekolah lain.
"Sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” ujarnya.