Penampakan Jersey Terakhir Choirul Huda, Terkoyak Bagian Dada
Lamongan: Tujuh hari sudah kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia. Namun awan duka belum benar-benar sirna. Itu tergambar dalam sebuah video ungguhan dari offical klub Persela yang akan mengabadikan jersey terakhir sang legenda ketika dipakai pada peritiwa 'Minggu Kelabu' itu.
Melalui kanal YouTube resminya, Persela memperlihatkan kondisi jersey terakhir yang dikenakan putra asli Lamongan tersebut di saat-saat terakhir hidupnya. Meskipun hanya diperlihatkan bagian belakangnya, tapi sangat terlihat jika jersey berwarna kuning sobek di bagian depannya.
Sobekan itu ada bukan akibat dari benturan dengan rekan setimnya Ramon Rodriques, namun bekas guntingan tim medis saat memberikan pertolongan di lapangan dalam laga Persela vs Semen Padang.
Dengan hati-hari, jersey yang terkoyak itu dirapikan petugas official Persela. Dalam keterangannya, jersey ini akan disimpan baik-baik sebagai bentuk penghormatan dan diharapkan menjadi inspirasi generasi masa mendatang.
Seperti diketahui, Choirul Huda menginspirasi banyak orang. Lantaran kesetian dan loyalitasnya pada Persela. Selama 18 tahun Huda tak pernah pindah klu. Mulai mengawali karier bersama Persela dari Divisi III hingga naik ke kasta kompetisi tertinggi. Bahkan sempat membela Timnas Indonesia dan beberapa klub ternama seperti Sriwijaya, Persib hingga Bali United pernah menawarkan kontrak, namun ditolak.
Sebelumnya, tim yang berdiri tahun 1967 itu memilih mempensiunkan nomor punggung Choirul Huda, yaitu nomor 1. Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan juga akan memberikan apresiasi khusus terhadap mendiang Huda.
Selain sudah merubah nama lapangan tempat latihan Persela menjadi Lapangan Choirul Huda, Pemkab Lamongan juga menanggung biaya pendidikan anak-anak yang ditinggalkannya. Tidak menutup kemungkinan sebentar lagi juga akan dibuatkan patung atau tribun khusus bernama Choirul Huda di Stadion Surajaya Lamongan. tom