Pasca Operasi, Anak Pemutilasi Ayah Kandung di Jember Semakin Membaik
AK, 18 tahun, warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, Jember, pemutilasi ayah kandung kini semakin membaik. Dia sudah menjalani operasi di bagian leher pada Rabu, 29 Januari 2025 sore.
Kapolsek Puger, AKP Facthur Rahman mengatakan selama menjalani perawata intensi di RSD Balung dan Soebandi, AK dalam pengawalan ketat oleh pihak kepolisian. Bahkan, polisi juga melakukan SOP dengan memborgol tangan AK.
Kendati demikian, sejauh ini polisi belum bisa mengambil keterangan AK. Sebab kondisi AK saat ini belum pulih. Kendati demikian, AK sempat mulai bisa berkomunikasi dengan orang-orang tertentu.
Meskipun bisa diajak komunikasi, namun AK tidak bisa merespons dengan baik. Bahkan, sempa diajak bicara, AK justru mengumandangkan azan. Sesekali mata AK juga melotot.
Paca operasi, AK kembali tak sadarkan diri. Namun, hasil pemeriksaan dokter, per hari ini, Kamis, 30 Januari 2025 kondisi AK semakin membaik.
"Alhamdulillah kondisi AK saat ini semakin membaik. Tadi pagi belum bica bicara karena usai menjalani operasi. Namun perkembangannya cukup baik," katanya, Kamis, 30 Januari 2025.
Sejauh ini, polisi belum bisa mengungkap motif AK membunuh ayah kandungnya, H Zein. Polisi mengandalkan isi ponsel AK untuk mengungkap hal tersebut.
Namun, sampai saat ini polisi belum bisa mengakses HP AK karena diamankan dengan kata sandi. Polisi tidak melakukan upaya paksa, karena HP tersebut menjadi hak privasi AK.
Polisi akan meminta AK membuka HP tersebut saat kondisinya benar-benar pulih. Polisi juga akan melibatkan psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaan AK.
"Soal isi HP pelaku belum kita lihat, karena diamankan dengan kata sandi. Kita tidak bisa memaksa, karena HP Itu adalah hak privasi. HP AK sudah kami sita dan akan kami minta pelaku membuka sandinya saat AK benar-benar sudah pulih dan bisa menjalani pemeriksaan," pungkasnya.
Advertisement