Pakar sebut Pelaku Mutilasi Koper Merah Psikopat Narsistik
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur terus mendalami kasus mutilasi yang dilakukan tersangka Rohmad Tri Hartanto alias Antok. Terbaru, hasil pemeriksaan psikologi menyebutkan tersangka psikopat narsistik.
Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman mengatakan, dalam penyidikan kasus ini pihaknya turut melibatkan ahli psikologi forensik untuk mengetahui tentang kejiwaan korban sehingga bisa melakukan aksi tersebut.
"Kami turut melakukan serangkaian tes psikologi terhadap pelaku. Didapati hasil tes ini antara lain termasuk golongan psikopat narsistik," ungkapnya di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin Februari 2025.
Secara keilmuan, ia tidak bisa menjelaskan secara rinci, namun secara garis besar pelaku memiliki emosi yang meledak ketika merasa tersinggung.
"Psikopat ini pada saat melakukan anti sosial tidak punya perasaan iba terhadap korban apabila sudah merasa ketersinggungan dan sebagainya. Emosi meledak-ledak dan keibaannya kurang," jelas Farman.
Karena itu, kemudian dalam melakukan aksi tersebut pelaku tampak tenang dan tidak ada rasa keraguan untuk membunuh perempuan yang sudah berhubungan dengannya selama tiga tahun itu.
Diberitakan Ngopibareng.id sebelumnya, polisi berhasil mengungkap penemuan mayat korban mutilasi dalam koper merah di Ngawi, 23 Januari 2025 lalu. Di mana, kasus ini gempar usai penemuan koper merah berisi mayat.
Di mana, dari proses penyelidikan diketahui mayat itu adalah Uswatun Khasanah. Ia dibunuh karena dicekik oleh tersangka Rohmad Tri Hartanto di kamar Hotel Adisurya.
Pelaku yang kebingungan untuk membawa korban kemudian terpikir untuk memasukkan mayat korban secara utuh dalam koper besar yang diambilnya dari rumah. Karena tak cukup, pelaku kemudian memotong kepala dan kaki korban.
Potongan-potongan tubuh itu kemudian dibuang terpisah oleh pelaku. Di mana, kaki korban dibuang di Trenggalek, kemudian kepala korban dibuang di Ponorogo, dan terakhir tubuh korban dalam koper merah dibuang di Ngawi.