Apris Devita Klarifikasi Isu Guntur Triyoga dan Delia Yasmine, Tegas Soal Status Pernikahan
Isu lama kembali diungkit, nama Apris Devita pun ikut jadi bahan perbincangan. Selebritas sekaligus pengusaha ini akhirnya buka suara soal kabar yang menyebut suaminya, Guntur Triyoga, pernah menikah dengan Delia Yasmine.
Lewat kolom komentar di akun TikTok pribadinya, Apris memberikan penjelasan yang cukup detail. Ia menanggapi komentar warganet yang secara tidak langsung menyinggung dirinya sebagai perusak rumah tangga.
Dengan nada santai tapi tegas, Apris menyampaikan bahwa saat dirinya menikah dengan Guntur, sang aktor tidak memiliki status pernikahan apa pun. Bahkan, menurutnya, Guntur belum pernah menikah, baik secara hukum negara maupun secara agama.
Ia juga mengingatkan agar publik lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Menurutnya, asumsi yang berkembang tanpa dasar bisa menimbulkan kesalahpahaman yang tidak perlu.
Tak berhenti di situ, Apris turut meluruskan soal hubungannya dengan pihak yang namanya dikaitkan dalam isu tersebut. Ia mengaku tidak pernah mengenal secara pribadi, apalagi memiliki hubungan pertemanan.
Apris menjelaskan bahwa dalam sebuah acara grand opening, undangan memang dikirim melalui timnya kepada Guntur Triyoga. Namun, ia menegaskan tidak pernah memiliki komunikasi langsung atau kedekatan dengan pihak yang disebut-sebut.
Soal foto bersama yang sempat beredar, Apris menganggap itu sebagai hal yang wajar. Sebagai tuan rumah acara, ia merasa sudah sewajarnya melayani tamu yang meminta foto. Namun ia menyayangkan jika momen tersebut kemudian dipakai untuk membangun opini negatif.
Sebagai informasi, Apris Devita dan Guntur Triyoga resmi menikah pada 1 Desember 2019. Dari pernikahan itu, keduanya telah dikaruniai empat orang anak. Keluarga kecil mereka pun kerap terlihat kompak dalam berbagai unggahan di media sosial.
Klarifikasi ini menjadi penegasan bahwa rumah tangga yang dibangun Apris dan Guntur tidak dilandasi oleh status pernikahan yang bermasalah. Ia berharap setelah penjelasan ini, tidak ada lagi asumsi yang diarahkan kepadanya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, klarifikasi langsung dari pihak terkait memang jadi langkah penting. Setidaknya, publik mendapat penjelasan dari sumber pertama, bukan sekadar potongan cerita yang belum tentu benar.