Legend, Nasi Goreng Jawa Cak Sogun Kertajaya, Langganan Orang yang Suka Kelayapan
Banyak penjual nasi goreng Jawa tersebar di kota Surabaya. Tapi yang benar-benar punya pelanggan setia tak banyak. Salah satu penjual nasi goreng yang punya banyak pelanggan setia adalah nasi goreng Jawa Cak Sogun yang ada di Jalan Kertajaya Surabaya.
Nasi goreng, mie goreng atau pun mie nyemek Cak Sogun memang punya cita rasa yang khas ditambah dengan topping-nya yang lengkap. Ada irisan telur, daging ayam, bawang goreng, acar timun dan kacang tanah yang digoreng. Rasanya jadi unik, gurih dan penuh sensasi. Harganya pun terjangkau untuk semua lapisan Rp15 ribu per porsi. Murah kan?
Suasana yang ditawarkan ya suasana tempat makan kaki lima pinggir jalan. Deru mesin kendaraan bermotor terdengar nyaring. Tetapi tidak mengurangi cita rasa yang ditawarkan nasi goreng Jawa Cak Sogun.
Daya Tariknya Enak Murah
Namanya juga tempat makan kaki lima, yang menjadi daya tariknya adalah rasanya enak apa enggak, murah apa mahal, bukan pada penampilan pramusajinya. Berbeda dengan restoran berkelas seperti Chinese Food, Korean Food maupun Japanese Food, pramusajinya pasti pilihan dan enak dipandang.
"Masiyo sing ngeladeni ayu ayu, paribasane koyok bintang film, nek masakane gak enak tetep gak ono sing tuku (Meskipun pramusajinya cantik cantik seperti bintang film, kalau masakannya tidak enak, tetap tak ada yang beli," kata Cak Sogun sambil melayani pembeli.
Untuk melayani pelanggan Cak Sogun dibantu oleh saudara laki-lakinya.
Selama 32 Tahun tetap Pilih Kaki Lima
Pria asal Lamongan Jawa Timur ini sudah 32 tahun jualan nasi goreng Jawa di Jalan Kertajaya. Gerobaknya nyelempit di antara pertokoan. Lokasi berada di sebelah kiri dari lampu merah Samsat Manyar Kertoarjo. Patokannya parkir motor yang selalu rame.
"Tidak pernah berurusan dengan Satpol PP karena bukanya malam hari mulai pukul 20:00 WIB dan tidak menggunakan tenda. Yang ingin makan di tempat harus rela lesehan beralas tikar plastik di trotoar depan pertokoan atau makan di mobilnya.
"Banyak yang menawari tempat yang lebih nyaman, saya tidak mau. Rezeki saya tempatnya di sini," ujar Sogun.
Setiap malam rata-rata bisa menghabiskan 250 porsi nasi goreng mie Jawa. "Kalau malam Minggu alhamdulillah omzetnya bisa mencapai 350 porsi. Kalau malam Minggu kan banyak yang kelayapan hingga tengah malam, " katanya.
Untuk mempercepat pelayanan supaya pelanggan tidak terlalu lama antre, Cak Sogun menyiasatinya dengan cara sekali masak untuk 20 porsi.
"Saya langganan nasi goreng Cak Sogun sejak masih kuliah di Fakultas Kedokteran Unair, sampai punya anak satu. Dulu kalau pulang kuliah atau praktik di RSUD Dr. Soetomo langsung makan di sini sama teman sambil diskusi kecil-kecilan," kenang salah seorang pelanggan nasi goreng Cak Sogun.
"Untuk ukuran pedagang kaki lima nasi goreng Cak Sogun ini, cukup baik, dari segi rasa, kebersihan dan pelayanannya. Saya beri nilai 8 lah," kata perempuan bernama Safitri tersebut.
Karena tempatnya biasanya selalu penuh, ia biasanya menikmati sensasi nasi goreng Cak Sogun bersama keluarganya dalam mobil. Itu pun masih pesan lagi enam bungkus untuk dibawa pulang.
Langganan Orang Suka Ngelayap
Penjual nasi goreng yang namanya mirip dengan merek sepeda motor "Shogun" tersebut menjelaskan, makin malam pembelinya bertambah banyak. Mereka-mereka itu biasanya orang-orang yang baru pulang dari ngelayap cangkruk dan kelaparan. Mereka kemudian mampir di kedainya untuk makan. Maklum nasi goreng Cak Sogun ini tutup sampai dinihari. yaitu sekitar jam 01:00 WIB dinihari.
Sogun tidak masalah kedainya terkadang dipenuhi pengunjung yang baru pulang dari kelayapan. Mereka tetap dilayani dengan baik seperti pengunjung yang lain karena sudah saling menghargai.
"Yang penting mereka tidak membuat ribut dan mau menghormati pengunjung yang lain," ujarnya.
Ia menganggap pembeli itu raja, harus dilayani dengan baik tanpa membedakan latar belakang dan status sosialnya.