Muncul Usulan Percepatan Pelaksanaan Musda DPD Demokrat Jawa Timur
Usulan agar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mempercepat pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) mulai mengemuka. Usulan ini salah satunya disuarakan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto.
Menurut Michael, percepatan agenda tertinggi partai di tingkat provinsi tersebut sangat penting bagi keberlangsungan roda organisasi, khususnya dalam menyongsong agenda-agenda politik ke depan. Dia berharap agenda tersebut bisa terlaksana bulan Juli 2026.
"Percepatan pelaksanaan Musda DPD Partai Demokrat Jatim akan membawa dampak yang sangat positif terhadap penataan organisasi, termasuk di tingkat bawahnya,” katanya, Kamis, 18 Juni 2026.
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini menambahkan, kepastian kepengurusan definitif akan memicu efek domino positif terhadap penataan struktur partai hingga tingkat akar rumput dan memaksimalkan proses kaderisasi di daerah.
Michael menyampaikan, mayoritas Ketua DPC Partai Demokrat di Jawa Timur saat ini sudah satu suara dan kompak untuk kembali mengusung Emil Elestianto Dardak (Emil Dardak) sebagai nakhoda DPD Partai Demokrat Jatim.
“Beberapa waktu lalu 15 Ketua DPC berkumpul di Surabaya, semua menyatakan mendukung penuh Mas Emil untuk kembali menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Jatim,” ungkapnya.
Michael menambahkan, selain menyepakati nama Emil Dardak sebagai calon tunggal yang diusung oleh gerbong DPC, pertemuan di Surabaya tersebut juga melahirkan ruang diskusi mengenai kriteria figur ideal yang layak mendampingi Wakil Gubernur Jatim itu di jajaran inti kepengurusan.
“Dalam pertemuan itu, kami juga membahas sosok yang layak, cakap, dan memiliki kemampuan untuk menempati jabatan Sekretaris dan Bendahara DPD nanti,” katanya.
Khusus untuk posisi Sekretaris DPD, menurutnya, sosok Sekretaris masa depan haruslah figur yang memiliki visi kuat untuk menopang kinerja Ketua DPD sekaligus gesit dalam membesarkan mesin partai di seluruh wilayah Jawa Timur. Figurnya, kata dia, harus benar-benar sosok yang punya visi untuk membantu dan mendukung kerja Ketua DPD, sekaligus memiliki visi kuat untuk membesarkan partai.
"Untuk itu dibutuhkan pribadi yang gesit, lincah hingga mampu mengayomi jajaran organisasi di bawahnya,” tegasanya.
Seorang Sekretaris DPD, idealnya wajib mengenal secara mendalam karakter dan kondisi masing-masing Ketua DPC. Karena mereka adalah ujung tombak pergerakan partai di lapangan.
“Harus mau merawat dan memperhatikan Ketua DPC, karena itu salah satu kunci untuk membesarkan partai,” katanya.
Dari hasil serap aspirasi 15 Ketua DPC di Surabaya, muncul dua nama kuat yang dinilai memenuhi kualifikasi sebagai Sekretaris DPD, yakni Mugianto yang saat ini menjabat Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim dan Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro, H. Sukur Priyanto. Sementara untuk posisi Bendahara, kriteria utama yang ditekankan adalah figur yang amanah dalam mengelola anggaran Bantuan Politik (Banpol) maupun dana taktis organisasi lainnya.
Michael menegaskan, seluruh usulan nama tim pelaksana harian ini tetap dikembalikan kepada mekanisme partai yang berlaku.
“Namun semua kembali kepada Mas Emil, saat kembali menjabat Ketua DPD Partai Demokrat Jatim mendatang, serta DPP Partai Demokrat sebagai pemberi keputusan akhir. Kami di bawah akan tunduk dan patuh terhadap keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),” ujarnya.