Modifikasi Cuaca Tidak Mempan Tiga Hari Jakarta Diguyur Hujan Akibatkan Banjir
Operasi Mmodivikasi Cuaca ( OMC) untuk meminimalisir hujan dan meluasnya banjir yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, hasilnya belum maksimal.
Sejak Kamis 20 Januari 2026 Jakarta dan sekitarnya, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, masih doguyur hujan.
Netizen pun berkomentar modivikasi cuaca yang dilakukan Pemprov Jakarta tidak mempan. Hujan tetap turun sepanjang hari dengan intensitas sedang.
Menghadapi fakta ini,Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026.
Ungkapan itu disampaikan setelah meninjau banjir di sejumlah titik di Jakarta. Kebijakan memperpanjang OMC ini diambil meski menuai kritik dari sejumlah pihak.
"Walaupun persoalan yang menyangkut modifikasi cuaca ini ada kritik dari banyak orang, menurut saya nggak apa-apa," kata Pramono saat meninjau Kali Cakung Lama, Semper Timur, Jakarta Utara, Sabtu 24 Januari 2026.
Pramono menjelaskan, operasi modifikasi cuaca yang semula dijadwalkan berakhir pada 23 Januari diperpanjang sebagai langkah antisipasi agar banjir tidak kembali terulang.
Pramono menginstruksikan agar modifikasi cuaca dapat dilakukan hingga tiga kali dalam sehari bila diperlukan.
"Kalau perlu sampai tiga kali. Jadi sampai dengan tanggal 27 (Januari), modifikasi cuaca boleh dilakukan satu hari sampai dengan tiga kali," ujarnya.
Menurut Pramono, dampak modifikasi cuaca sudah terlihat meskipun belum maksimal. Mantan Sekretaris Kabinet itu menyebut kondisi langit yang semula gelap berubah cerah setelah pesawat modifikasi cuaca diterbangkan.
"Tadi teman-teman datang ke sini kan gelap gulita. Karena modifikasi cuaca sekarang sudah diterbangkan, kita bisa lihat matahari," ucapnya.
Selain modifikasi cuaca, Pemprov DKI Jakarta juga mengambil sejumlah langkah lain untuk menangani dampak cuaca ekstrem.
Pramono mengizinkan penerapan work from home (WFH) bagi pekerja dan school from home (SFH) bagi siswa hingga 28 Januari 2026.
"Kami lakukan ini untuk mengantisipasi curah hujan tinggi, banjir, dan juga kemacetan lalu lintas," ungkapnya.
Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga Sabtu (24/1/2026) pukul 06.00 WIB, banjir masih merendam 90 RT dan 9 ruas jalan di empat wilayah kota.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan, sebaran genangan masih terjadi di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
Ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga 120 sentimeter, dipicu hujan deras dan luapan Kali Angke serta Kali Pesanggrahan dan
Kali Ciliwung. Hujan dan banjir tersebut sempat mengganggu aktivitas warga serta kelancaran arus lalu lintas.
Beberapa mobil dan sepeda motor mati mesin ketikat nekat menerobos banjir, sehingga menjadi sasaran penjual jasa dorong mobil mogok yang beroperasi di daerah banjir.