Mesin Perahu Rusak, Nelayan di Buleleng Bali Sempat Terombang-ambing di Laut selama 24 Jam
Sempat dikabarkan hilang selama kurang lebih 24 jam saat melaut, seorang nelayan, Muhammad Taiyeb, 60 tahun, warga Buleleng, Bali, akhirnya berhasil ditemukan tim SAR gabungan. Pria ini ditemukan dalam kondisi selamat. Belakangan diketahui, perahu nelayan ini sempat mengalami kendala mesin perahunya yang rusak.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada Kamis, 4 Desember 2025, pagi. Sejumlah personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Denpasar kemudian diberangkatkan untuk melakukan pencarian.
"Setelah diterima laporan 6 orang diberangkatkan dan kami juga berkoordinasi dengan Polsek Gerokgak, BPBD Kab. Buleleng," terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.
Setiba di lokasi, Tim SAR gabungan kemudian dibagi menjadi 2 SRU. SRU pertama fokus melakukan pencarian dari sisi darat, dan SRU kedua melakukan pencarian di perairan dengan menggunakan RIB.
"SRU laut dilengkapi peralatan AQUA Eye untuk mendukung pencarian di bawah permukaan air laut," jelasnya.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan, pencarian dilakukan dengan penyisiran mulai dari perairan Celukan Bawang menuju Sumberkime.
"Sorti pertama hasilnya nihil, sorti ke dua kurang lebih pukul 13.30 dari LKM menuju Celukan Bawang arah timur," jelasnya.
Sekitar pukul Pukul 16.30 WITa petugas Pos Polairud Teluk Terima, mendapatkan informasi Taiyeb sudah ditemukan dalam keadaan selamat. Perahu yang ditumpanginya berhasil sandar di Teluk Terima, Kecamatan Grogak, Buleleng.
"Posisi itu berada pada jarak 6 nautical mile dari lokasi tempatnya melaut," terangnya.
Berdasarkan keterangan dari nelayan tersebut, awalnya yang bersangkutan pergi memancing di perairan Sumberkima, Desa Mandarsari, Kecamatan Gerogak, Buleleng, pada Rabu, 3 Desember 2025.
"Sekitar pukul 18.00 WITa, perahu target mengalami kendala mesin rusak, kemudian perhunya diarahkan ke barat hingga menuju Perairan Telukkime," katanya.