Merinding....Langit Lamongan Mendadak Hujan, Sudah Pamitan Sebelum Pertandingan
Lamongan. Kesedihan yang dirasakan keluarga besar Persela Lamongan atas meninggalnya kiper Choirul Huda, tampaknya begitu sangat mendalam. Bahkan sampai menembus batas alam.
Lihat saja, cuaca panas di Lamongan sejak pagi hingga sore, tiba-tiba berubah menjadi mendung tak lama setelah kiper berusia 38 tahun itu dinyatakan meninggal dunia usai laga Persela melawan Semen Padang.
Setelah itu, hujan turun cukup deras saat jenazah Choirul Huda dibawa dari rumah sakit menuju rumah kediaman Jalan Mastrip Lamongan. Sebelum dimakamkan, jenazah disalatkan di Masjid Jami' di Alun-Alun Lamongan.
Ribuan suporter tak menghiraukan air hujan. Mereka tetap berangkat menuju rumah duka untuk ikut mengatarkan ke pemakaman sebagai tanda kehormatan terakhir. Berbagai spanduk dibentangkan di ruas jalan, tempat keranda melintas.
Sekitar pukul 22.00 prosesi pemakaman usai. Namun ribuan suporter yang menyemut berbaur dengan pemain dan offical Persela tak mau pergi meninggalkan area pemakaman. Secara bergantian mereka masuh dan berdoa di atas pusara Choirul Huda yang terpampang foto lengkap dengan kostum kiper kebanggaan Persela.
Beberapa offical Persela sempat bercerita tak ada pesan atau firasat sebelumnya. Namun baru tersadar setelah Choirul Huda meninggal, jika sebenarnya pemain yang tak pernah pindah klub itu sudah berpamitan sebelum pertandingan dimulai.
Salah satunya dirasakan bek Persela yang kebetulan juga bermain lawan Semen Padang, yaitu Samsul Arifin. Menurut ceritanya, sehari sebelum pertandingan digelar, Choirul Huda meminta perlengkapan serba-baru kepada ofisial.
"Kami tidak memiliki firasat apa pun sebelumnya. Hanya, sebelum pertandingan, dia memang sempat meminta kaos kaki dan perlengkapan lain yang baru kepada Toni, bagian perlengkapan tim Persela. Ya Allah, kami baru menyadari, itu menjadi permintaan terakhir dan caranya berpamitan, " kata Samsul Arifin yang juga sempat berbenturan ketika pertandingan.
Sementara kepada Asiten Pelatih Ragil Sudirman, Choirul Huda juga mengirim pesan sebelum masuk ke lapangan. Di ruang ganti, Huda yang dikenal suka bercanda ini kembali berkelakar agar rekan-rekannya tidak tegang.
Namun yang dirasakan Ragil Sudirman yang berkulit hitam ini bukan canda biasa, "Waktu itu dia meledek saya, dia bilang mas apa tidak ingin seperti wajah saya yang sekarang lebih putih. Saya jawab, tidak nanti yang bagian lain tetap hitam, " ujarnya menirukan ledekan Huda.
Atas candaan itu, Ragil Sudirman begitu terpukul karena menyadari jika pemain senior di Persela sebenarnya ingin berpamitan, "Ya Allah, saya nggak menyangka itu bercanda ternyata bukan canda seperti biasanya, " ujarnya sedih. tom