Merawat Tradisi Megengan di Balik Tembok Lapas Mojokerto
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Mojokerto berupaya agar warga binaan tetap bisa menjalankan tradisi megengan menyambut Ramadan. Dimana, tradisi ini merupakan perpaduan budaya Jawa dan Islam yang diwariskan oleh Sunan Kalijaga.
Dalam bahasa Jawa, megengan berarti upacara selamatan sederhana. Bagi masyarakat Jawa, megengan menjadi suatu hal yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan oleh siapapun.
Ratusan warga binaan Lapas Kelas II-B Mojokerto berkumpul di lapangan blok hunian. Dengan duduk bersila, mereka nampak mengenakan kaus seragam warga binaan warna biru pada Kamis 27 Februari 2025.
Untuk warga binaan laki-laki, tak jarang dari mereka terlihat memakai sarung dan peci. Banyak pula yang memakai celana panjang dan bahkan celana tiga perempat. Sedangkan warga binaan perempuan, berbalut kerudung hitam dan biru.
Mereka para warga binaan sesekali bercanda ringan sembari menunggu acara dimulai. Acara megengan di Lapas Kelas II-B Mojokerto ini digelar dengan sederhana. Diawali dengan doa bersama lalu dilanjutkan makan sajian nasi padang.
Kepala Kelas II-B Mojokerto Rudi Kristiawan berharap, dengan digelarnya tradisi megengan dapat menciptakan suasana kehangatan dan kekeluargaan di balik tembok lapas.
"Kami ingin memberikan pelayanan layaknya mereka di rumah. Jadi, ketika di rumah itu sebelum puasa ada megengan. Dan dapat dilihat bersama, kebersamaan ini kami gaungkan betul agar mereka saling memiliki," katanya.
Biasanya, tradisi megengan menyajikan kue apem, masakan tradisional atau berkat, buah pisang dan ketan. Namun, Lapas Mojokerto menyajikan hidangan yang berbeda, yaitu nasi padang. βKami sengaja lain dari biasanya, biasanya dari dapur (Lapas). Jadi biar mereka bisa merasakan masakan dari luar," bebernya.
Pelaksanaan megengan berjalan lancar. Para warga binaan diharapkan menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh semangat.
Salah satunya warga binaan, Dana Arofi mengaku senang menjalani momen kebersamaan menyambut Ramadan layaknya di rumah. Ia mengapresiasi Kalapas Rudi meski baru dua pekan berdinas di lapas Mojokerto. "Beliaunya (Kalapas) baru 2 pekan, tapi seperti bisa merasakan perasaan kita. Momen seperti ini momen bersama keluarga,β tandasnya.
Advertisement