Menyongsong Hari Guru, Kemendikdasmen Gelar Konferensi Pendidikan Perkuat Program Digitalisasi
Kementerian Pendidiksn Dasar Menengah (Kemendikdasmen) RI menyambut Hari Guru 2025 dengan menyelenggarakan Konferensi Pendidikan dan Gelar Katya.
Tujuannya, memperkuat kolaborasi dengan mintra kerja demi mendukung program unggulan Kemendikdasmen. Salah satunya, program digitalisasi pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar Dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan, revitalisasi bukan hanya memperbaiki infrastruktur fisik sekolah. Melainkan juga memberikan kepercayaan kepada satuan pendidikan untuk mengelola program secara mandiri.
Menteri menyebut program unggulan Kemendikdasmen digitalisasi pendidikan mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo termasuk sarana dan prasarana, berupa Interactive Flat Panel (IFP).
"Ratusan ribu unit IFP telah didistrubusikan dan sudah ada yang digunakan," kata Mu'ti, dalam Konferensi Pendidikan dan Gelar Karya di Jakarta, Rabu 12 November 2025, malam.
Pemerintah menargetkan setiap sekolah di Indonesia akan memiliki enam unit Interactive Hybrid Board (IHB) atau layar interaktif pada akhir tahun 2027. Langkah ini menjadi bagian dari program besar digitalisasi pembelajaran yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Abdul Muti menjelaskan, pada tahun ini setiap sekolah telah menerima satu unit IHB. Sesuai arahan Presiden dalam rapat kabinet, jumlah tersebut akan terus bertambah secara bertahap.
“Tahun depan akan dibagikan tiga unit lagi untuk setiap sekolah. Sehingga di tahun 2026, diharapkan sudah ada empat IHB di masing-masing sekolah, dan tahun berikutnya, 2027, akan dikirim lagi dua per sekolah,” terangnya.
Ia menambahkan, jika seluruh proses distribusi berjalan lancar, maka pada akhir 2027 setiap sekolah akan memiliki enam IHB. Jumlah tersebut diharapkan cukup untuk menunjang pembelajaran digital di setiap kelas.
“Kalau sekarang kan memang banyak sekolah hanya punya satu. Kami sudah melakukan monitoring ke banyak sekolah yang menerima dan itu sudah digunakan dengan sangat baik,” ujar Abdul Muti.
Menurutnya, hingga saat ini sudah lebih dari 50.000 unit IHB digunakan di sekolah-sekolah dan lebih dari 150.000 unit telah dikirim ke berbagai daerah.
Pemerintah juga berencana meluncurkan secara resmi program penggunaan IHB tersebut pada 17 November mendatang, yang dijadwalkan di salah satu SMP di Kota Bekasi.
“Kami sudah meminta jadwal kepada Bapak Presiden untuk launching penggunaan IHB ini. Semoga tidak ada perubahan,” imbuhnya.
“Ini bukan Smart TV, tapi perangkat interaktif yang lebih canggih untuk menunjang proses belajar-mengajar. Saat ini sudah lebih dari 45 ribu IFP digunakan di sekolah-sekolah, dan total yang diproduksi mencapai 120 ribu unit,” jelasnya.
Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) dalam pembelajaran dikatakan amampu meningkatkan interaktivitas dan keterlibatan siswa melalui sentuhan langsung, tulisan, gambar, dan permainan.
IFP juga memfasilitasi kolaborasi real-time, akses mudah ke sumber daya digital seperti video dan simulasi, serta memungkinkan penyimpanan materi secara digital untuk dibagikan.
Manfaat utamanya adalah menjadikan pembelajaran lebih dinamis, menyenangkan, dan efektif untuk berbagai gaya belajar.
Pemanfaatan IFP dalam kegiatan belajar mengajar
Meningkatkan interaktivitas: Siswa dan guru dapat berinteraksi langsung dengan layar untuk menulis, menggambar, dan mengerjakan soal, yang membuat pembelajaran lebih menarik dan aktif.
Melatih Ribuan Guru Manfaatkan Teknologi Selain itu, kementerian juga melatih ribuan guru agar mampu memanfaatkan teknologi pembelajaran digital secara optimal.
“Guru harus menjadi penggerak digital. Karena itu, pelatihan kami buat sistematis. Mulai dari penguasaan perangkat, materi interaktif, hingga literasi digital, coding, dan kecerdasan buatan,” tambahnya.
Peningkatan kesejahteraan juga menjadi fokus. Tahun ini, guru honorer menerima insentif Rp300 ribu per bulan. Dan, mulai tahun depan naik menjadi Rp400 ribu per bulan, langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru.
“Kami ingin birokrasi lebih cepat, tidak berbelit. Karena itu, tunjangan kini ditransfer langsung, bukan lagi melalui pemerintah daerah,” ujarnya.
Sekjen Kemendikdasmen Suharti menyebutkan Hari Guru 2025 mengambil tema "Guru Hebat Indonesia Cerdas".