Menteri Agama Nasaruddin Umar Pastikan Tidak Ada Jemaah Yang TertinngalWukuf
Menteri Agama RI, yang merangkap sebagi Amirul Hajj Nasaruddin Umar memastikan tidak ada jemaah haji asal Indonesia yang tertinggal sehingga tak bisa melaksanakan ibadah wukuf di Padang Arafah, Makkah, Arab Saudi, Kamis 5 Juni 2025.
"Itu kewajiban kami, tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal," kata Menag Nasarudin melalui video dari Arafah.
Ada Pengaduan Jemaah Tertinggal
Sebelumnya diberitakan sempat terjadi kebingungan di kalangan jemaah haji karena kondisi jelang puncak haji di Arafah belum terangkut.
Jemaah bernama Dewi tersebut membagikan sejumlah foto dan video yang memperlihatkan sekelompok jemaah calon haji Indonesia terlantar menunggu bus hingga terpaksa beristirahat dan tidur di lantai lobi hotel pada Rabu malam hingga Kamis pagi.
"Situasinya cukup menakutkan. Masih ada beberapa sektor rombongan di beberapa hotel belum diangkut (ke Arafah). Syarikat kinerjanya jelek sekali. Sudah ada memberangkatkan satu kloter, jemaah sampai Arafah tidak dapat tenda," ungkap seorang jemaah.
Ia mengatakan jemaah calon haji bahkan tetap dipaksa diangkut ke Arafah tanpa jaminan mendapatkan tenda untuk bermalam.
Kemudian pada Kamis pagi waktu setempat dilaporkan setidaknya ada 695 rombongan jemaah calon haji asal Indonesia dilaporkan belum kunjung berangkat ke Arafah. Sebanyak 40 persen dari ratusan jemaah calon haji yang terlantar ini merupakan lansia. Mereka seharusnya sudah berangkat ke Arafah sejak Rabu malam.
Namun, hingga Kamis pagi, masih ada sekitar 695 jemaah yang luntang-lantung di lobi hotel menunggu kepastian dari pihak syarikah haji yang seharusnya bertanggung jawab atas akomodasi dan transportasi mereka selama di sana.
"Sebenarnya kan kita seharusnya sudah berada di Arafah sejak selambat-lambatnya tadi malam. Kalau sudah di Arafah itu makanan diurus oleh Arafah. Sementara kemarin, sehari 24 jam menjelang ke Arafah, layanan katering sudah ditiadakan diganti makanan siap saji, ransum yang harus dihangatkan dulu baru dibagikan," kata Dewi.
"Sudah ada ransum, tapi orang kan enggak makan dari semalam. Karena kan harusnya paling lambat semalam sudah di Arafah, sudah diganti makannya di sana. Jadi orang enggak makan," lanjutnya.
Padahal, hari ini sudah memasuki 9 Dzulhijah di mana seharusnya jemaah calon haji mulai menjalankan wukuf sebagai rukun haji kedua.
"Pukul 07.20. Saya sedang menunggu bus untuk dibawa ke Arafah dengan sekitar 695 jemaah lainnya," kata jemaah berna Dewi
Sudah Mendapat Bus Menuju Arafah
Beberapa saat kemudian dilaporkan mereka sudah mendapatkan bus untuk menuju Arafah.
Syarikah haji merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah Arab Saudi untuk mengelola layanan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Syarikah ini bertanggung jawab atas penyediaan berbagai kebutuhan jemaah selama beribadah haji, seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, dan fasilitas lainnya.
Diurus Banyak, Ada Ketidaknyamanan Mungkin Saja Ada
Mengingat jemaah yang dilayani jumlahnya cukup besar bergerak dalam waktu yang sama menuju titik yang sama yaitu Padang Arafah, menurut Menteri Agama Nasaruddin ketidaknyamanan kemungkonan bisa terjadi.
"Tetapi saya menjamin tidak ada jemaah yang tidak bisa melaksanakan wukuf karena terkendala angkutan. Petugas haji sudah melakukan penyisiran di setiap sektor, hotel, dan rumah tidak ada jemaah haji Indonesia yang tertinggal," tegas Ketua Amirul Hajj Indonesia tersebut.
Jemaah haji saat ini jumat 6 Juni 2025 setelah mabit atau bermalam di Muzdalifah mulai bergerak menuju jamarot Mina untuk melontar jumroh aqobah. Sesuai rencana setelah program tanazul atau kembali ke awal ke hotel dibatalkan dengan melalui berbagai pertimbangan.
Advertisement