Menilik Desa Digital Kemirigede
Desa Kemirigede, Kecamatan Kesamben, merupakan sebuah desa dengan luas wilayah 383 hektar 40 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Keindahan alam Desa Kemirigede dengan ketinggian 670 dpl dengan cuaca yang dingin, dan sederet potensi wisata Kampung Edukasi Gogoniti dan Hutan Pinus Gogoniti.
Ada sebanyak 1.700 warga tinggal di lereng pegunungan di wilayah Kecamatan Kesamben ini. Nah, untuk berurusan dengan pelayanan surat menyurat seperti KK, e-TP, dan kebutuhan lainnya, tentu membuat warga malas mengingat jarak yang harus ditempuhnya.
Bagi kalangan anak muda mungkin menempuh perjalanan jarak jauh tak jadi masalah. Tapi, bagaimana dengan orang tua mengingat jauhnya pusat pelayanan pelayanan administrasi Pemkab Blitar. Belum lagi ditambah antrean.
Selain masalah jarak, pandemi Covid-19 sejak dua tahun lalu di Tanah Air juga jadi tantangan perangkat desa bagaimana mereka melayani warga tanpa terjadi kerumunan sesuai protokol kesehatan (prokes).
Kepala Desa Kemirigede, Hari Purnawan menerangkan, pihaknya mewujudkan โDesa Digital Kemirigedeโ. Tujuannya, warga bisa mendapatkan pelayanan dengan baik.
โDesa Digital bagian dari program Strategis Nasional, yang telah dicanangkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang disebutnya Tol Langit. Bahkan Pak Wapres mengharapkan pengembangan desa digital lebih optimal dengan adanya dukungan penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi berupa โTol Langitโ ini,โ beber Hari Purnawan kepada Ngopibareng.id, saat dijumpai di Kantor Kepala Desa Kemiri Gede.
Kebijakan pusat tersebut ditangkap Hari Purnawan yang ingin desanya maju meski berada dipelosok. โSaya ingin desa dan warganya lebih maju dan tidak tertinggal dari desa-desa yang letaknya didekat pusat pelayanan pemerintahan,โ jelas Kades tiga periode, sejak 2007 smapai 2025 mendatang ini.
Dalam mewujudkan desa digital, lanjut Hari Purnawan, pihaknya membuat aplikasi pelayanan Desa Kemirigede dengan menggandeng Telkom. Progran aplikasi Simpeldesa ini online sejak Juni 2021. โIni perwujudan desa digital Kemirigede dengan sistem pelayanan aplikasi Simple Desa,โ sambung dia.
Direktur BUMdes, Irul Seryawan yang mendampingi Kepala Desa Hari Purnawan, menjelaskan fitur-fitur atau kemampuan karakteristik aplikasi apa saja di Simpeldesa. โAda tiga fitur utama, pertama โSosialโ di mana masyarakat bisa upload semua kegiatan yang ada di desa. Pemberitaan yang keluar hanya bisa diupload oleh operator,โ jelasnya.
Selanjutnya, kata Irul Seryawan, fitur โPelayanan Administrasiโ dan โEkonomi dan Bisnis yang mengoperatori BUMdes Sejahtera Kemirigede. โPerangkat desa setiap bertemu warganya selalu mensosialisasikan bagaimana kemudahan pelayanan administrasi desa dan pelayanan kesejahteraan ekonomi melalui BUMdes Sejahtera,โ terang dia.
Sejak Juni 2021, sudah ada 170 warganya yang sudah mendownload aplikasi Simpeldesa dengan berbagai kepentingan. Termasuk adanya 5 mitra BUMdesa Sejahtera yang sudah bergabung dengan pelayanan antar pesan.
โBesarnya partisipasi warga merespon kebijakan pemerintah desa agar warganya melek IT (informasi dan teknologi) bisa mewujudkan desa digital. Selain untuk kebutuhan pelayanan administrasi juga meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui transasksi perdaganngan non tunai di desa,โ sambung Hari Purnawan.
Sebagai salah satu contoh, lanjut Kepala Desa Kemirigede, wisatawan yang berkujung ke Hutan Pinus Gogoniti nantinya akan diberlakukan e-ticketing. Tentu saja, para calon wisatawan wajib mendownload aplikasi Simpeldesa di ponsel android 4G.
โAplikasi Simpledesa hanya bisa diakses melalui handphone Android versi 4 G, untuk handphone biasa dan handphone nomor luar negeri tidak bisa mengakses layanan aplikasi ini,โ jelas Hari Purnawan.
Untuk menyerap aspirasi warga maupun berupa keluhan pelayanan pemerintah desa, aplikasi Simpledesa juga tersedia fitur japri Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dan Japri Kepala Desa.
Selain menerapkan pelayanan aplikasi Simpledesa, warga juga bisa mengakses aplikasi Sakjangkah yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Blitar. Ini merupakan bagian dari program prioritas visi dan misi Bupati Rini Syarifah dan wakilnya, Rahmat Santoso.
Advertisement