Menhub Sebut Ada Dua Gelombang Puncak Arus Balik
Puncak arus balik Lebaran tahun ini tidak hanya terjadi pada gelombang pertama, yakni 24β25 Maret. Namun berpotensi berlanjut pada gelombang kedua yang kemungkinan akan berlangsung pada 28β29 Maret. Prediksi tersebut dipengaruhi oleh banyaknya pekerja yang memanfaatkan kebijakan flexible working arrangement (FWA) sesuai imbauan pemerintah agar perjalanan balik dapat tersebar lebih merata. Selain itu lonjakan aktivitas perjalanan mulai tampak di berbagai simpul transportasi.
βAda masyarakat yang menggunakan FWA sebagaimana yang kita imbau, supaya mereka bisa merencanakan perjalanan dengan baik, sehingga kita juga dapat mendistribusikan pengangkutan Lebaran dengan baik. Bisa kita lihat dari jalan tol yang tidak terlalu padat, kemudian tadi arusnya masuk perlahan-lahan, itu menunjukkan bahwa situasi ini berjalan sudah lebih baik,β ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.
Selain itu Dudy menekankan pentingnya perencanaan perjalanan serta kesiapan fisik selama kembali dari kampung halaman. βSaya mengimbau seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar mengutamakan keselamatan, mengatur waktu perjalanan dengan baik, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Jangan memaksakan diri apabila lelah, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,β ujarnya.
Berdasarkan data Posko Harian Angkutan Lebaran 2026, jumlah keberangkatan penumpang angkutan umum pada H+2 (23 Maret 2026) tercatat mencapai 1.448.306 orang, meningkat 12,37 persen dibandingkan periode yang sama pada Lebaran 2025. Rinciannya meliputi moda kereta api mencapai 505.297 penumpang (naik 6,07%). Terdiri dari 267.432 penumpang antarkota dan 237.865 penumpang komuter/regional. Sedangkan pada moda udara terdapat 277.937 penumpang atau naik 17,93%. Jumlah penumpangnya terdiri dari 224.893 penumpang domestik dan 53.044 penumpang internasional. Untuk moda laut ada 106.920 penumpang atau turun 2,79%. Kemudian moda penyeberangan terdapat 315.277 penumpang atau naik 19,78%.
Adapun khusus moda darat ada 242.875 penumpang atau naik 19,29%. Data ini terdiri dari 230.401 penumpang bus dan 12.474 penumpang travel. Peningkatan signifikan tersebut menunjukkan bahwa arus balik masih menjadi fase krusial dalam operasi Angkutan Lebaran 2026. βTingginya pergerakan masyarakat pada masa arus balik harus disikapi dengan kesiapan yang baik. Saya mengajak para pemudik untuk memilih waktu perjalanan dengan bijak, memastikan kondisi tubuh dan kendaraan dalam keadaan prima. Keselamatan jauh lebih penting daripada kecepatan sampai tujuan,β kata Menhub Dudy.
Kementerian Perhubungan menyatakan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kepolisian, operator transportasi, pengelola jalan tol, hingga pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan demi memastikan mobilitas masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sejumlah langkah telah diberlakukan, seperti pengaturan lalu lintas, penambahan personel pelayanan, pemantauan kondisi transportasi secara real-time, serta penyiapan pelayanan kesehatan bagi pemudik.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh kanal Kemenhub dan operator transportasi. Kemenhub mengingatkan agar pengguna angkutan umum datang lebih awal ke terminal, stasiun, pelabuhan, atau bandara untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, istirahat berkala dianjurkan untuk mencegah kelelahan.
βArus balik yang aman dan lancar memerlukan dukungan semua pihak. Patuhi aturan, ikuti arahan petugas, dan utamakan keselamatan agar seluruh masyarakat dapat kembali ke tempat tujuan dengan selamat, aman, dan nyaman,β tutur Menhub Dudy. Dengan meningkatnya pergerakan masyarakat hingga puluhan persen di berbagai moda transportasi, pemerintah berharap kesadaran pemudik dalam menjaga keselamatan dapat membantu mengurangi potensi kecelakaan dan kemacetan, khususnya pada puncak arus balik gelombang kedua yang masih akan berlangsung.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement