Mendag Budi Santoso Lepas Ekspor Koral Hias Hasil Budidaya di Banyuwangi
Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, melepas ekspor koral hias hasil budidaya ke Amerika Serikat, Jumat, 28 Agustus 2026. Pada ekspor kali ini ada 200 pieces koral hias yang diekspor dengan nilai US$2.500. Koral hias tersebut untuk memenuhi kebutuhan akuarium laut rumahan yang kini diminati di berbagai negara.
Koral hias yang diekspor merupakan hasil budidaya PT. Sri Kandi Aquarium, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banywuangi. Sri Kandi Aquarium rutin melakukan ekspor ke berbagai negara di tiga benua yakni Amerika, Eropa dan Asia.
"Hari ini kita melepas ekspor koral ke Amerika senilai US$2.500. Setelah saya tanya pengelolanya, rata-rata per bulan bisa 60.000 (US$)," kata Budi Santoso, didampingi Wakil Bupati, Banyuwangi, Mujiono.
Sri Kandi Aquarium, membudidayakan 29 jenis koral hias. Namun yang diekspor ke Amerika itu jenis Euphyllia, Acropora, dan Goniopora. Koral jenis ini paling diminati karena memiliki banyak varian warna yang eksotis.
"Produk koral dari Banyuwangi sudah bagus kualitasnya, tinggal kita dorong lagi supaya volumenya bisa meningkat dengan mencarikan buyer ke berbagai negara," katanya.
Mendag menambahkan, pemerintah terus mempromosikan produk-produk UMKM lokal, seperti koral dari Banyuwangi dengan memberikan pendampingan baik dari sisi pemasaran maupun pelatihan. Kementerian Perdagangan memiliki 46 jaringan perwakilan dagang yang tersebar di 33 negara untuk memperluas jangkauan promosi produk usaha lokal.
"Tugas mereka adalah mencarikan buyer atau mempromosikan produk-produk Indonesia," terangnya.
Fasilitasi ekspor, kata dia, dilakukan melalui program penjajakan kesepakatan bisnis yang menghubungkan para pelaku UMKM lokal secara daring dengan calon pembeli luar negeri. Pelaku usaha binaan cukup menyampaikan presentasi produk secara daring. Untuk urusan komunikasi dan bahasa akan difasilitasi penuh oleh pemerintah.
"Jadi misalnya kalau dapat buyer dari Cina, Jepang, pakai bahasa Cina, Jepang, ya nanti kita yang menerjemahkan. Jadi teman-teman UMKM mau pakai bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bebas saja," tandasnya.
Apalagi para pelaku UMKM yang di Banyuwangi sudah pernah melakukan ekspor akan lebih mudah. Karena sudah memiliki pengalaman. Sehingga tinggal melakukan pengembangan pasarnya.
"Kualitas produknya juga sudah bagus, tinggal kita mencarikan buyer ke berbagai negara dengan tujuan konsumennya supaya meningkat," ujarnya.
Dia menyebut, pemerintah juga menyediakan pendampingan. Dari program pendampingan pasar ini, transaksi ekspor UMKM yang dibina Kemendag naik signifikan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Angkanya mencapai US$134,8 juta dolar pada tahun lalu, kemudian melonjak hingga US$333 juta dolar pada periode Januari hingga Juli.
Budidaya koral di Banyuwangi menggunakan SOP ketat. Koral-koral yang telah dipanen, didisplay dan disiapkan di dalam akuarium. Terdapat 20 akuarium air laut yang masing-masing menampung 200 koral siap ekspor. Tiap akuarium dilengkapi dengan sistem sirkulasi air dan sinar ultra violet (UV).
Permintaan pasar dari tahun ke tahun terus bertambah. Saat ini pasar terbesar adalah China, Amerika Serikat dan Eropa. Dalam satu kali ekspor, perusahaan mampu mengirim 200 hingga 1.200 pieces koral.
Dalam kesempatan yang sama, owner PT. Sri Kandi Aquarium, I Ketut Sukandi, mengatakan, semua koral hias yang diekspor merupakan hasil budidaya. Dalam satu bulan, perusahaannya bisa melakukan delapan sampai sepuluh kali ekspor. Nilainya kurang lebih US$2.500 sekali ekspor.
Pria yang sudah melakukan budidaya koral sejak tahun 2011 ini menyebut, ada sekitar 20 negara yang menjadi tujuan ekspor. Tidak hanya di Amerika tetapi juga di Eropa dan Asia. Diantaranya, Jerman, Inggris, Perancis, Polandia, Amerika, Kanada, Mexico, Cina, Hong Kong, Korea, dan Jepang.
"Pasarnya penghobi semua," katanya.
Dia menegaskan, semua koral hias yang diekspor merupakan hasil budidaya. Dalam setahun dirinya bisa menghasilkan sebanyak 80 ribu pieces koral hias. Seluruhnya untuk pasar ekspor.
"Semua ekspor, Saya tidak di dalam negeri," ujarnya.