Melihat Pesona Branding Wonderful Indonesia di India SATTE 2018
Kementerian Pariwisata sungguh konsisten membidik wisatawan mancanegara Buktinya, Menpar Arief Yahya datang sendiri untuk menggoda pasar India dalam perhelatan South Asia Travel and Tourism Expo (SATTE) 2018.
Travel market atau pameran industri pariwisata terbesar untuk pasar di Asia Selatan ini digelar hari ini tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2018 di Pragati Maidan, New Delhi, India.
"India adalah pasar yang potensial yang terbesar di Asia Selatan. Tahun ini merupakan pelaksaaan SATTE ke 25. Selama tahun 2016 saja sudah hampir 300 ribu inbound dari India. Artinya hampir tiap hari 900 orang yang terbang ke tanah air, jadi pasar India sangat seksi dan trennya selalu meningkat,” kata Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kemenpar, I Gde Pitana di Jakarta.
Pitana menjelaskan, branding Wonderful Indonesia akan terlihat pesonanya di India. Pasalnya, lokasi pameran SATTE yang sangat strategis yakni di Pragati, Maidan.
Lokasi tersebut merupakan salah satu pusat pertemuan terbesar di wilayah yang terkenal di India. Pitana memaparkan, SATTE merupakan event yang bersifat business to business. Pameran ini dihadiri 950 exhibitors dari 40 negara dengan total pengunjung sebanyak 350.000 orang.
”SATTE merupakan pameran pariwisata B2B (bussines to bussines) di Asia Selatan. Ini juga sekaligus mentargetkan wisman asal New Delhi berkunjung ke Indonesia. Semoga ini bisa terus terealisasi. Target tahun ini 520 ribu wisman datang ke Indonesia,” ujarnya.
Dengan luas 17,500 sqm menjadikan SATTE salah satu pameran pariwisata terbesar di Asia. Pameran ini mempertemukan peserta yang beralal dari India dan negara-negara lainnya dengan buyers untuk membentuk kemitraan baru dan memperkuat bisnis yang tengah berlangsung.
Pitana menambahkan, Indonesia datang dengan kekuatan penuh setelah memastikan akan didampingi 32 industri yang mempromosikan Indonesia. Selain itu, Pavilion Indonesia juga akan tampil spektakuler dengan luas 11 x 12 meter. Booth Wonderful Indonesia itu didesign indah dengan komposisi Kapal Phinisi sebagai ikon pameran Kemenpar di manapun berada.
”Kami juga akan mempersiapkan makanan tradisional, kopi dan tim Wonderful Indonesia dengan tarian nusantara yang akan kami bawa langsung untuk menggoda wisman India agar mau datang ke tanah air,” jelasnya.
Seperti diketahui, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, India merupakan top ten penyumbang wisman. Jumlah wisman yang berkunjung di periode Januari hingga November 2016 adalah sebanyak 336.575 orang atau naik sebesar 29.35% dibanding periode yang sama di tahun 2015 sebanyak 260.205 orang.
Sedangkan Jumlah kunjungan wisama India Bulan Januari - November 2017 ke Indonesia sebesar 434.198. Data ini menunjukkan kenaikan dari tahun sebelumnya sebanyak 29 persen.
Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan India juga tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan dan konektivitas yang kian baik.
"Termasuk pemberlakuan bebas visa (free visa) dan penguatan konektifitas penerbangan yang telah dilakukan. Serta beberapa direct flight dari India ke beberapa kota besar di Indonesia," ujar Menpar Arief.
Selain itu, India punya kedekatan budaya dengan Indonesia. Kisah Ramayana, Mahabharata, nama-nama pewayangan, itu berasal dari India. Penyebaran Islam ke Aceh juga dari pedagang Gujarat, India ratusan tahun silam.
"Ada kedekatan budaya yang bisa menjadi koneksi dan magnit pariwisata, kita harus terus menjaga tren wisatawan yang meningkat dan jangan sampai turun, harus dipertahankan bahkan harus terus melonjak," jelas Arief Yahya.(*)