Melihat Iqbaal Ramadhan Beraksi Menjadi Copet
Sebuah karya dari rumah produksi Imajinari akan meluncur pada tahun 2026 ini. Film berjudul Operasi Pesta Pora siap menjadi tontonan yang menghadirkan genre haist comedy atau komedi perampokan yang akan mengejutkan pencinta film di tanah air. Setelah sukses dengan Agak Laen,film ini menjadi yang ke 10 bagi Imajinari dengan sopsok sutradara baru bernama Edy Khemod yang tidak lain adalah drummer dari band Seringai.
Sederet nama akan mengisi film ini. Salah satunya adalah Iqbaal Ramadhan yang berperan sebagai pencopet. Pemeran Dilan ini betransformasi memerankan sosok yang lihai mengintai mangsa. "Ini adalah karakter yang sangat baru bagiku. Film Operasi Pesta Pora akan membawa cerita yang segar, lucu, dan unik untuk penonton Indonesia," ujar Iqbaal dalam rilis resminya. Selain Iqbaal, film ini juga diperkuat oleh talenta berbakat lainnya seperti, Kristo Immanuel yang juga seorang komika dan aktor. Lalu ada Zulfa Maharani dan Kawai Labiba.
Uniknya, perkenalan perdana film ini dilakukan secara langsung di panggung utama festival musik Pestapora 2025 lalu. Dalam official teaser yang diputar di layar panggung Pestapora tahun 2025 lalu, wajah Iqbaal sempat disamarkan (blur) sebelum akhirnya terungkap sebagai sosok "copet konser" yang lihai mengintai mangsa.
Film ini mengangkat fenomena copet yang mengintai di tengah keramaian konser musik dengan pendekatan cerita yang unik, lucu, dan menegangkan. Komplotan copet konser yang dipimpin Iqbaal Ramadhan, beraksi di tengah konser musik dengan teknik lihai, menghadirkan komedi sekaligus ketegangan, terinspirasi dari fenomena "mospet. Bersama ketiga temannya, komplotan ini merupakan gabungan antara kelicikan, kekonyolan, dan trik-trik yang membuat penonton selalu waspada.
Debut Sutradara Layar Lebar Edy Khemod
Yang tak kalah menarik dalam film ini adalah debut sang sutradara Edy Khemod. Sosok yang sudah malang melintang di dunia video musik dan iklan sejak 2006. Terlahir namanya tercatat sebagai drummer band metal Seringai. Selain itu Edy juga memiliki kedekatan emosional dengan dunia panggung karena pengalamannya sebagai creative director untuk berbagai konser musisi besar. "Meskipun produksinya berat dan menantang, prosesnya berjalan lancar berkat dukungan kru dan produser berpengalaman. Saya bersyukur Imajinari mau mewujudkan cerita ambisius ini ke layar lebar," ungkap Khemod.
Edy menambahkan film ini lahir dari keresahan pribadinya terhadap sindikat pencopetan yang kerap meneror konser musik. Menurutnya modus operandi yang dia sebut sebagai "mospet" atau moshing copet kerap terjadi dalam konser musik. Edy meilhat batas antara keriuhan penonton dan aksi kriminal pada area mosh pit sangat tipis. Bahkan kasus pencopetan hampir pasti terjadi setiap kali grupnya manggung.
Menurut Ernest Prakasa yang menjadi produser film ini, naskah film Operasi pesta Pora sebenarnya telah berproses semenjak tahun 2023. Produksinya merupakan kolaborasi antara Imajinari, Angin Segar, dan Boss Creator ini dijadwalkan akan meneror bioskop pada tahun 2026 mendatang.
βProject terpanjang, termahal, dan tersulit @imajinari.id sejauh ini. Menguji kreativitas sebagai seniman, sekaligus kekompakan kami sebagai tim kerja. Seru!β ungkap Ernest melalui unggahan Instagramnya @ernestprakasa.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement