Lima Tahun Mangkrak, Eks RS Covid-19 Bakal Disulap Menjadi Puskesmas
Setelah lima tahun lebih mangkrak, bangunan eks Rumah Sakit Covid-19 Lamongan bakal dialihfungsikan menjadi pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).
Bangunan gedung yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Temenggungan, Kecamatan/Kabupaten Lamongan ini segera dirobohkan.
Direncanakan dalam waktu dua bulan berubah menjadi puskesmas yang dubangun dengan anggaran Rp1,3 miliar dari APBD yabg bersumber pada Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan, Muhammad Chaidir Annas, menjelaskan, alih fungsi ini untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan kesehatan di Kecamatan Lamongan (wilayah kota). Selama ini hanya ditopang oleh satu puskesmas.
Sesuai keberadaan lokasi, puskemas baru nanti bakal dinamai Puskesmas Kusuma Bangsa. Harapannya puskesmas ini mampu meningkatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama akan lebih mudah dijangkau masyarakat.
"Sehingga antrean dan beban pelayanan dapat terbagi, terutama di wikayah kota," katanya, Sabtu 13 Juni 2026.
Chaidir Annas, lebih jauh menjelaskan, meskipun Puskesmas Lamongan 2 atau Puskesmas Kusuma Bangsa ini berdekatan RSUD dr. Soegiri Lamongan, hanya berjarak sekitar 50 meter, dipastikan tidak akan terjadi tumpang tindih pelayanan.
Puskesmas Kusuma Bangsa akan berfungsi sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang melayani rawat jalan, rawat inap dasar, promosi kesehatan, serta upaya pencegahan penyakit.
Sedangkan RSUD dr. Soegiri tetap menjalankan fungsi sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) untuk penanganan pasien yang membutuhkan layanan dokter spesialis.
"Soal proses pengerjaan fisik, ditarget dua bulan atau Iilnsya Allah rampung pada Agustus," tandasnya.
Pemanfaatan kembali eks RS Covid-19 menjadi Puskesmas Kusuma Bangsa merupakan komitmen Pemkab Lamongan dalam melayani kesehatan yang merata. Selain itu, mudah diakses serta adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.