Kunker ke Banyuwangi, Komisi IV DPR RI Bertemu Pengelola Tambang Emas dan Warga
Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja reses di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis, 23 Juli 2026. Dalam kunjungan ini, rombongan Komisi IV bertemu dengan masyarakat dan pengelola tambang emas PT. Bumi Suksesindo.
Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. Tampak juga dua anggota Komisi IV DPR RI asal Banyuwangi, Sumail Abdullah dan Sonny T. Danaparamita, serta perwakilan dari Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Kelautan.
Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Presiden Direktur PT BSI Adi Adriansyah Sjoekri. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pertumbuhan ekonomi daerah, kepatuhan regulasi lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di sekitar tambang.
Agenda utama kunker ini berfokus pada peninjauan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) serta pemenuhan komitmen investasi hijau yang berkelanjutan.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengatakan, kunjungan untuk memastikan PPKH PT BSI berdampak linier terhadap peningkatan taraf hidup warga sekitar. Dia menegaskan, sesuai dengan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, kekayaan alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.
"Siapapun yang mengelola, negara sudah memberikan kesempatan untuk suatu perusahaan untuk mengelola tambang ini tapi ending-nya harus mensejahterakan masyarakat," tegasnya.
Presiden Direktur PT BSI, Adi Adriansyah Sjoekri, mengungkapkan, model operasi Tujuh Bukit Operations dirancang secara unik agar bisa bertumbuh harmonis berdampingan langsung dengan pemukiman warga dan sektor pariwisata.
"Tidak ada tambang di Indonesia yang modelnya sepresisi PT BSI. Seluruh perencanaan teknis terintegrasi dengan baik. Keberadaan PT BSI bukan sekadar industri, melainkan telah menjelma menjadi ikon kemajuan ekonomi dan investasi di Banyuwangi," katanya.
Komitmen sosial pun terus diteguhkan. PT BSI secara masif menggelontorkan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui 8 pilar utama.
"Program berkelanjutan ini menyasar sektor pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan riil (prioritas tenaga kerja lokal), kemandirian ekonomi, sosial budaya, kelestarian lingkungan, pembentukan lembaga komunitas, hingga pembangunan infrastruktur fasilitas publik," ujarnya.