Kunjungan TWA Kawah Ijen Ditutup Akibat Kebakaran, Turis Asing Terpaksa Batalkan Pendakian
Kebakaran yang melanda kawasan hutan TWA Kawah Ijen berdampak pada kunjungan wisatawan. Sejumlah wisatawan harus membatalkan rencana mendaki setelah jalur menuju Kawah Ijen ditutup. Ada juga wisatawan sudah sampai di pintu masuk pendakian namun terpaksa putar balik.
Salah satunya dialami wisatawan asal Prancis, Kevin. Pria ini datang ke TWA Ijen bersama istrinya. Pasangan ini telah sampai di pintu masuk jalur pendakian Kawah Ijen, Jumat, 4 September 2026. Namun mereka terpaksa membatalkan pendakian yang sudah ditutup akibat kebakaran.
Pasangan ini mengaku sedih tidak bisa menyaksikan langsung pesona Kawah Ijen. Apalagi, perjalanan ke Indonesia kali ini merupakan bagian dari bulan madu bersama istrinya.
"Ya, saya sangat sedih dengan kebakaran ini. Kami sebenarnya ingin mengunjungi Kawah Ijen, tetapi tempatnya ditutup," katanya.
Kevin bersama istrinya menghabiskan waktu selama dua minggu di Indonesia. Pasangan tersebut baru menikah pekan lalu dan memilih Indonesia sebagai salah satu tempat untuk bulan madu. Sebelum tiba di Banyuwangi, Kevin dan istrinya telah mengunjungi Gunung Bromo. Mereka berencana melanjutkan perjalanan menuju Bali.
"Kami tidak bisa menunggu (mendaki Ijen) karena harus melanjutkan perjalanan ke Bali. Kemarin kami sudah ke Gunung Bromo, tetapi kami tidak bisa ke Gunung Ijen," ujarnya.
Meski kecewa, Kevin mengaku menerima keadaan tersebut. Ia berharap kebakaran di kawasan Gunung Ijen segera dapat dikendalikan dan dipadamkan. Kevin dan istrinya bahkan sempat menyumbang beberapa air mineral untuk relawan yang melakukan pemadaman.
"Begitulah hidup. Saya berharap kebakaran ini bisa dihentikan secepat mungkin," ucapnya.
Sebagai informasi, kebakaran yang di kawasan TWA Kawah Ijen membuat pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menutup jalur pendakian menuju Kawah Ijen sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan dilakukan demi keamanan pengunjung sekaligus untuk memudahkan proses penanggulangan dan pemadaman kebakaran yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Hingga Jumat, 4 September 2026 kemarin, masih terdapat banyak titik api di kawasan tersebut.
Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember Purwantono mengatakan, kebakaran di kawasan Kawah Ijen ini cukup parah karena banyaknya material kering yang mudah terbakar.
"Rumput alang-alang, semak belukar, serta material kering lainnya menjadi bahan yang mempercepat penyebaran api. Kondisi angin juga membuat api lebih mudah merambat ke area yang lebih luas. Demi keselamatan, kita tutup sementara sampai benar-benar kondusif," ujarnya.