Krisis BBM Berakhir, Ekonomi Jember Kembali Bergerak
Krisis BBM di Jember yang terjadi sejak Sabtu, 26 Juli 2026 akhirnya berakhir. Hari ini, Rabu, 30 Juli 2025, stok BBM di Kabupaten Jember kembali melimpah. Berdasarkan pantauan di lapangan, sudah tidak ada antrean di SPBU kawasan kota Jember, mulai dari Kecamatan Sumbersari, Kaliwates, dan Patrang.
Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan krisis BBM di Jember murni karena keterlambatan proses distribusi. Situasi itu merupakan dampak dari penutupan jalur Gumitir yang merupakan penghubung JemberβBanyuwangi dan kemacetan parah di jalur alternatif.
Keterlambatan distribusi BBM tersebut menimbulkan kepanikan konsumen, sehingga menyebabkan antrean panjang di berbagai SPBU. Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Jember langsung mengambil langkah taktis dan strategis, di antaranya koordinasi intensif dengan Pertamina termasuk meminta tambahan kuota BBM.
Tak hanya itu, untuk membantu mengurangi beban masyarakat Gus Fawait mengeluarkan surat edaran yang mengizinkan pelajar belajar daring dan pegawai bekerja dari mana saja.
Setelah berkoordinasi dengan Pertamina, akhirnya ada penambahan kuota BBM untuk Kabupaten Jember. Tak tanggung-tanggung, Pertamina menambah stok BBM untuk Jember sebanyak 100 persen.
Penambahan kuota harian BBM dari 1.000 KL menjadi 2.100 KL per hari. Dengan adanya tambahan kuota tersebut, kini tak terlihat antrean panjang konsumen di seluruh SPBU di Kabupaten Jember.
"Kami pastikan bahwa pasokan BBM di Jember sudah kembali aman. Pemerintah Kabupaten Jember bersama Pertamina telah bekerja maksimal agar krisis ini segera teratasi,β katanya, Rabu, 30 Juli 2025.
Lebih jauh Gus Fawait mengatakan, krisis BBM yang melanda Jember selama empat hari berdampak terhadap masyarakat kecil. Mereka yang rela mengantre dari kalangan pedagang kecil, termasuk driver ojek online, dan pelaku UMKM. Karena itu, Pemkab Jember tidak hanya fokus pada pemulihan pasokan, tetapi juga memastikan denyut ekonomi masyarakat kembali pulih.
βDengan adanya stok BBM yang melimpah, para pelaku UMKM bisa kembali bergerak. Kami harus memastikan denyut ekonomi Jember kembali pulih,β pungkasnya.
Lebih lanjut Gus Fawait mengatakan, pihaknya tidak hanya fokus memastikan kecukupan BBM, tetapi juga mengantisipasi potensi kelangkaan LPG. Gus Fawait berkomitmen mengawal penuh distribusi BBM maupun LPG.
βPemerintah tidak tinggal diam. Kami terus bergerak bersama semua pihak demi kepentingan rakyat Jember. Itu komitmen kami,β tutup Bupati.
Advertisement