KPK Dorong ASDP Integrasikan Data Manifes dengan Perusahaan Otobus dan Travel
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong pelaksanaan integrasi data manifes secara digital antara ASDP dan ekosistem pelabuhan yakni perusahaan otobus, dan travel, agar data manifes lebih akurat. Dengan data manifes yang terintegrasi akan memangkas waktu untuk pengecekan data manifes dan mengurangi antrean kendaraan.
Dalam rangka monitoring integrasi data manifes ini, Tim Pencegahan dan Monitoring KPK melakukan peninjauan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu, 12 Agustus 2026. Tim KPK melihat langsung penerapan integrasi data manifes di pelabuhan yang menghubungkan Jawa dengan Bali itu.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK RI, Aminuddin, mengatakan, saat ini tim Pencegahan dan Monitoring KPK sedang fokus melakukan perbaikan pada sistem di PT ASDP Indonesia Ferry.
"Banyak yang kita dorong untuk dilakukan perbaikan, dalam rangka agar ASDP jauh lebih handal, lebih kuat untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi," jelas Aminuddin.
Dia menyebut, dalam rangka perbaikan sistem ini, KPK mendorong ASDP untuk melakukan tiga hal. Pertama, terkait proses pengadaan kapal, baik kapal baru, kapal bekas, maupun leasing. KPK meminta agar sistem dan ketentuan internal dalam proses pengadaan kapal harus proper.
"Jangan sampai kemudian di situ terjadi diskresi yang terlalu lebar dari pihak manajemen. Karena ketika terjadi diskresi yang terlalu lebar, maka peluang terjadinya moral hazard yang nanti berujung ke tindak pidana korupsi bisa terjadi," tegasnya.
Berikutnya, terkait ship management. KPK meminta ada kontinuitas dalam proses akuisisi, operasi, maintenance, sampai dengan pengakhiran. Jika sistem itu sudah terbangun dengan baik, kata Aminuddin, akan membuat ASDP lebih efisien.
"Dan ujung-ujungnya akan lebih profitable," katanya.
Poin ketiga, KPK mendorong adanya integrasi data manifes antara ASDP dan ekosistem di pelabuhan agar akurasinya lebih presisi. Sehingga daftar yang ada di manifes benar-benar riil seperti daftar penumpang di lapangan.
Hasil pengecekan di lapangan, menurut Aminuddin, sudah ada beberapa progres yang dilakukan ASDP terkait data manifes. Namun menurutnya, masih ada beberapa hal yang harus di-improve lagi, terutama terkait masalah integrasi data.
Dia menegaskan, integrasi data manifes ini tidak cukup hanya dilakukan ASDP, tapi juga ekosistem yang terlibat di dalam pelabuhan ini. Termasuk para operator otobus, travel, dan ekosistem lainnya.
"Mereka kita dorong juga, setiap penumpang bus atau travel itu harus terdata. Nanti kemudian dari pihak ASDP akan menarik datanya dari perusahaan otobus tersebut, sehingga tidak akan mengganggu proses masuk," tegasnya.
Ketika data manifes belum terintegrasi, pengecekan manifes pada bus, dan kendaraan travel bisa memakan waktu cukup lama. Kondisi ini tentu akan menimbulkan antrean jika terjadi pada peak season.
"Kalau kondisi low season kayak gini enggak masalah, tapi kalau peak season itu kan proses pengecekan lebih dari 2 menit, 3 menit kan akan menimbulkan antrean panjang," tegasnya.
Dia menyebut, integrasi data manifes ini harus dilakukan. Sebab pada penerapan sistem Inaportnet juga membutuhkan data manifes yang sudah terintegrasi secara digital.
"Karena ujung-ujungnya nanti harus terintegrasi antara sistem Inaportnet dengan yang ada di sistem, yang ada di ASDP. Sehingga datanya ngalir real time, sehingga akurasi manifes dengan jumlah sesungguhnya di lapangan di kapal itu betul-betul sama," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Yossianis Marciano, mengatakan, ASDP bersama tim dari KPK RI melakukan monitoring dan evaluasi terkait implementasi improvement dari data manifes penumpang. Dia menyebut, saat ini sedang dilaksanakan monitoring mulai dari ticketing, pembelian, pemeriksaan di pos, sampai naik ke atas kapal.
"Tadi sudah sama-sama kita cek bahwa ini sudah berjalan. Namun kan pasti nanti ada evaluasi," katanya.
Evaluasi ini, menurutnya, untuk mengetahui apakah ada kekurangan di sisi tenaga keamanan, tenaga operasi hingga rencana digitalisasi data manifes antara operator bus, travel, dengan ASDP.
"Supaya pemeriksaan di pelabuhannya tidak lama. Terus kebenaran datanya sudah dari awal diskrining oleh teman-teman dari operator bus maupun travel. Jadi supaya lebih cepat digitalisasinya," terangnya.
Dia menegaskan, proses integrasi data manifes antara operator bus, travel dengan ASDP ini segera diosialisasikan ke pihak-pihak terkait. ASDP akan bersinergi dengan operator bus, travel.
"Sepulang dari ini kita akan coba komunikasi ke para asosiasi, untuk mendukung kecepatan, kelancaran, dan juga terutama terkait sistem security, keamanan di pelabuhan dengan integrasi sistem yang ada di ticketing dari operator bus," ujarnya.