Kondisi Cuaca Tak Menentu di Selat Bali Picu Antrean Kendaraan Logistik
Cuaca di perairan Selat Bali mengalami perubahan yang cukup dinamis sejak Rabu, 20 Mei 2026 malam. Kondisi ini berdampak pada penyesuaian operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk dan menyebabkan antrean kendaraan logistik.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, mengatakan, kondisi cuaca ynag dinamis mempengaruhi proses pelayanan kapal. Khususnya saat manuver sandar dan aktivitas bongkar muat kendaraan.
"Bongkar muat harus dilakukan secara lebih cermat dan hati-hati dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran. Dampaknya, terjadi antrean kendaraan logistik di sejumlah titik area pelabuhan," jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima ngopibareng.id.
Meski demikian, menurut Arief Eko, operasional penyeberangan tetap berjalan. ASDP, kata dia, bersama regulator dan stakeholders terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan secara bertahap. Mulai dari pengaturan pola operasi kapal hingga optimalisasi area kantong parkir Bulusan guna membantu mengurai kepadatan kendaraan.
ASDP memahami situasi ini dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan pengguna jasa. Karena itu, menurutnya, ASDP, terus berupaya memaksimalkan layanan.
"Agar arus penyeberangan tetap bergerak dengan aman, tertib, dan terkendali sesuai kondisi cuaca di lapangan," katanya.
Dia mengimbau pengguna untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau informasi resmi operasional penyeberangan, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran bersama.
"ASDP berkomitmen untuk terus menjaga konektivitas layanan penyeberangan dengan tetap menempatkan keselamatan, keamanan, dan pelayanan sebagai prioritas utama," ujarnya.