Kolaborasi Pemerintah, Legislator, dan Dunia Usaha Perkuat Evakuasi Korban Ponpes Al-Khoziny
Upaya evakuasi korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, dukungan nyata juga datang dari kalangan legislatif dan dunia usaha.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jatim I, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menyebut tragedi ini sudah menjadi perhatian nasional. Hal itu ditandai dengan hadirnya sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Agama dan Menko PMK, serta pengerahan lebih dari 400 personel SAR gabungan lengkap dengan peralatan evakuasi.
“Presiden Prabowo memberikan atensi besar, begitu juga pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Basarnas dari berbagai daerah sudah diterjunkan. Tinggal bagaimana semua bisa bekerja lebih maksimal demi menyelamatkan korban yang masih terjebak,” ujar BHS, Rabu 1 Oktober 2025.
BHS juga memberikan dukungan langsung dengan menyerahkan bantuan uang tunai bagi pihak ponpes dan keluarga santri terdampak, serta menyalurkan bahan pangan untuk menunjang kebutuhan tim SAR yang bekerja siang dan malam.
Di sisi lain, sektor swasta turut hadir meringankan beban. Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (DLU), Erwin H Poedjono, menyalurkan bantuan kebutuhan pokok untuk dapur umum yang setiap hari menyiapkan hingga 1.500 porsi makanan bagi keluarga korban dan relawan.
“Kami juga memberikan dana operasional untuk mendukung konsumsi tim di lapangan. Semoga sedikit banyak bisa membantu meringankan beban,” ucap Erwin.
Pihaknya bersama BHS mengajak pengusaha serta lembaga perbankan untuk ikut berkontribusi dalam penyediaan logistik dan dukungan finansial. “Dengan semakin banyak yang peduli, kebutuhan harian bagi ribuan orang di lokasi bencana bisa lebih terjamin,” imbuhnya.
Kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan dunia usaha ini diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi sekaligus memberikan dukungan moral dan materiil bagi para korban.