Kolaborasi Lintas Lembaga Gelar Cek Kesehatan Gratis di Pesantren Yanabi'ul Ulum Walhikam
Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit sejak dini, kolaborasi antar lembaga sosial dan keagamaan kembali menggelar program Aksi Layanan Sehat (ALS) pelayanan kesehatan gratis. Kegiatan ini dipusatkan di Musholla Ittihadul Muttaqin, Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum Walhikam, Jalan Jagir Sidoresmo II No. 39, Surabaya, pada Jumat, 25 September 2026.
Program aksi sosial ini terwujud atas sinergi bersama antara PDUF MUI Jawa Timur, Dompet Dhuafa, Seribu Senyum, Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Surabaya, serta Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum Walhikam. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut disambut antusias oleh para santri dan warga setempat yang berbondong-bondong memeriksakan kondisi fisiknya.
Pelayanan kesehatan gratis yang disediakan mencakup berbagai pemeriksaan dasar yang krusial bagi deteksi dini penyakit degeneratif. Para peserta mendapatkan fasilitas cek tekanan darah (tensi), cek gula darah, cek asam urat, hingga cek kolesterol. Tidak hanya itu, panitia medis juga membagikan paket obat dan vitamin secara cuma-cuma sesuai dengan hasil diagnosa pemeriksaan.
Sejak pendaftaran dibuka secara on the spot di lokasi acara, antrean santri dan warga tampak mengular dengan tertib. Panitia membatasi kuota peserta sebanyak 100 orang demi memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan konsultasi medis dapat berlangsung optimal serta mendalam bagi setiap penerima manfaat.
Guna menjaga keberlanjutan program kemanusiaan ini, panitia juga menyediakan kotak sedekah infaq seikhlasnya. Seluruh dana yang terkumpul dari partisipasi sukarela warga tersebut nantinya akan dialokasikan kembali untuk mendanai program layanan kesehatan gratis di wilayah-wilayah berikutnya.
Perwakilan Divisi Fundraising, M. Hafiar Baidlowi, menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat mengenai pemeriksaan kesehatan yang sering kali baru dilakukan ketika tubuh sudah merasa sakit. Menurutnya, tindakan preventif jauh lebih berharga untuk menjaga kualitas hidup jangka panjang.
"Hari ini kita diingatkan kembali bahwa sehat itu adalah rezeki paling mahal. Kita sering lupa cek kesehatan karena merasa sehat. Padahal cek kesehatan itu bukan untuk orang sakit, tapi untuk memastikan kita tetap sehat. Itulah mengapa cek kesehatan rutin itu sangat penting, bukan karena kita sakit, tapi justru agar kita tidak sampai sakit," ujar Hafiar dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Hafiar menjelaskan bahwa menjaga kesehatan sebenarnya tidak rumit jika masyarakat mampu menerapkan tiga langkah kunci dalam keseharian mereka. Langkah tersebut menjadi fondasi utama dalam mencegah timbulnya berbagai gangguan kesehatan kronis.
"Menjaga kesehatan bukan hal mahal. Cukup dengan tiga langkah sederhana: kenali kondisinya, jaga polanya, cegah risikonya. Kenali dengan cek kesehatan, jaga dengan pola makan dan istirahat yang baik, dan cegah dengan gaya hidup sehat," tambahnya.
Hafiar turut memaparkan catatan capaian program Aksi Layanan Sehat yang konsisten berjalan dan memberikan dampak nyata di tengah masyarakat. Kehadiran program ini dinilai berhasil menjangkau kelompok rentan yang membutuhkan akses layanan medis dasar.
"Hingga hari ini, program ALS telah menjangkau kurang lebih 1.360 jiwa penerima manfaat, dengan mayoritas peserta adalah perempuan. Ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin penting, terutama melalui pola makan yang sehat, aktivitas fisik yang cukup, istirahat yang baik, serta gaya hidup yang lebih seimbang," ungkap Hafiar.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat dalam menyukseskan gelaran aksi sosial ini. Sinergi antara lembaga pendukung, relawan, dan donatur menjadi motor penggerak utama keberlanjutan program.
"Terima kasih kepada seluruh pihak, tenaga kesehatan, relawan, dan para donatur yang terus mendukung. Semoga ikhtiar ini menjadi amal kebaikan dan terus memberikan manfaat yang lebih luas," ucap Hafiar.
Sementara itu, pihak tuan rumah menyambut hangat penyelenggaraan kegiatan medis ini di lingkungan pesantren. Perwakilan Pengasuh Ponpes Yanabi'ul Ulum Walhikam, KH. Nasirul Chaq, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya kompleks pesantren sebagai titik pusat pelayanan masyarakat.
"Saya mewakili Pengasuh dan keluarga besar Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum Walhikam mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh mitra kolaborasi. Sungguh sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi pesantren kami dapat dipercaya menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang sangat mulia ini," tutur Nasirul Chaq.
Nasirul Chaq menekankan bahwa kesehatan fisik merupakan modal utama dalam mendukung kelancaran seluruh aktivitas ibadah maupun pembelajaran di pesantren. Menurutnya, kebugaran tubuh menjadi kunci penting bagi para santri yang memiliki rutinitas padat dalam menuntut ilmu.
"Sehat adalah salah satu rezeki dan nikmat terbesar yang sering kali baru kita syukuri saat nikmat itu dicabut. Menjaga kesehatan ini sangat krusial, terutama bagi para santri yang memiliki jadwal dan rutinitas belajar sangat padat dalam rangka menuntut ilmu ukhrawi maupun duniawi. Tanpa fisik yang prima, ikhtiar menimba ilmu tentu tidak akan berjalan optimal. Semoga Aksi Layanan Sehat ini membawa keberkahan dan manfaat nyata bagi santri serta warga di sekitar Jagir Sidoresmo," pungkas Nasirul Chaq.
Advertisement