Khofifah Minta Seluruh Ekosistem Ekonomi Dukung KDKMP Agar Lebih Produktif
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berharap semua ekosistem ekonomi mendukung operasional Koperasi Desa Kelurahan/Merah Putih (KKDMP). Dukungan ekosistem ekonomi ini akan membantu opersional KDKMP lebih produktif dan maksimal.
Khofifah menyampaikan hal ini usai meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, Sabtu, 18 Juli 2026. Diapun memuji operasional KKMP Tukang Kayu yang telah beroperasi dan melayani masyarakat.
"Saya ingin memastikan bahwa KDKMP ini bisa operasional dan makin maksimal," jelasnya.
Kehadirannya di KKMP Tukangkayu juga untuk memastikan akses untuk ketersediaan sembako lancar. Utamanya beras SPHP, minyakita, gula dan juga LPG 3 kilogram.
"Saya ingin pastikan bahwa proses mengakses ke Bulog itu bisa diberi kelonggaran sesuai dengan SOP," tegasnya.
Masyarakat, menurutnya, sudah memiliki kepercayaan dan kepedulian untuk bisa menguatkan KDKMP. Oleh karena itu, perlu adanya jaminan ketersediaan komoditi khususnya sembako agar masyarakat yang datang ke KDKMP tidak kehabisan bahan-bahan pokok yang diperlukan.
"Tentu jangan sampai mereka kesini SPHP-nya habis, beras, kemudian minyakita habis, LPG 3 kilo habis. Nah itu yang harus dijaga oleh ekosistem semuanya. Jadi KDKMP ini bisa berjalan secara produktif kalau semua ekosistem ini juga memberikan support," tegasnya.
Khofifah menyebut, KKMP Tukangkayu merupakan salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Bahkan menurutnya, KKMP Tukangkayu masuk 10 besar KKMP terbaik di Jawa Timur. Padahal, saat ini KKMP Tukangkayu masih menempati gedung sementara.
"Apalagi nanti kalau sudah pindah ke gedung yang baru ya, jadi semangat dari tim pengelola dengan koordinasi para lurah terutama ya, dengan diorkestrasi Pemkab," katanya.
Kehadiran KDKMP, menurutnya, akan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan yang bisa membangun ekosistem ekonomi yang lebih maju bergerak. Di gedung sementara ini saja, sudah ada 14 pekerja yang diserap. Jika sudah menempati gedung baru tentunya lebih banyak produk yang dijual dan tentunya tenaga kerja yang diserap lebih banyak lagi.
"Kalau misalnya mendapatkan akses bagaimana SPPG setempat itu kemudian secara regulatif disuplai barang-barang kebutuhan pokoknya dari KDKMP tentu ini kekuatan ekonomi yang besar," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KKMP Tukangkayu, Imam Maskun, mengatakan, fokus usaha KKMP Tukangkayu adalah gerai sembako. Untuk suplai barang yang dijual, sudah ada kerjasama dengan BUMN, seperti Bulog, dan Pertamina Patraniaga. Diapun berharap support ini bisa lebih diperkuat.
Dengan usaha yang dijalankan saat ini, gerai sembako KKMP Tukangkayu mampu meraih omzet antara Rp150 juta hingga Rp200 juta. Barang-barang yang dijual banyak yang subsidi. Seperti LPG 3 kg, minyakita dan beras SPHP. Sehingga harganya sangat terjangkau.
"Di KKMP Tukangkayu ini harganya terjangkau, masyarakat antusiasnya luar biasa. Karena bisa bundling dengan barang-barang yang lain," terangnya.
Kondisi ini, menurutnya, perlu disosialisasikan agar masyarakat mengetahui bahwa belanja di KDKMP itu harganya murah dan terjangkau. Dengan demikian masyarakat lebih memilih berbelanja di KDKMP.
Dia menyebut, komoditas yang paling laris adalah minyakita, beras SPHP, gula dan telur. Harga telur yang dijual di KKMP Tukangkayu, kata Imam, hatrganya lebih rendah.
"Karena kita mitra juga dengan berbagai pemitraan. Telur ini juga peminatnya luar biasa karena kita harganya di bawah standar," ujarnya.
Salah seorang pelanggan KKMP Tukangkayu, Tantri, mengatakan, dirinya selalu berbelanja di koperasi tersebut. Sebab harganya sangat murah dibanding di harga di tempat lain. Dalam seminggu dia bisa berbelanja dua hingga tiga kali.
"Telur harganya cuma Ro22.500," katanya.