Khawatir Buaya, Pemilik Ternak Pindahkan Kambingnya dari Pinggir Bengawan Solo
Khawatir hewan ternaknya dimangsa buaya, sorang warga Desa Kebunagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro memindahkan kambingnya dari pinggir Sungai Bengawan Solo, pada Rabu 22 Januari 2025. Pasalnya, jika air sungai terpanjang di Pulau Jawa itumeluap, sejumlah buaya yang bersarang di beberapa titik, kerap muncul.
Pemilik ternak kambing bernama Kusnudin,58, tahun, mengaku, telah memindahkan puluhan kambingnya dari kendang sat uke kendang sebelahnya. Terdapat ada empat kendang kambing yang berisi lebih dari 60 ekor. Salah satu kandang tepat berada di pinggir Bengawan Solo. “Ya ini, sebagian kambing saya pindahkan ke kendang lain. Takut buaya yang ada di sungai naik,” ujarnya pada Ngopibareng.id Rabu 22 Januari 2025.
Dia menyebut, saat air Bengawan Solo naik pada awal tahun 2024 lalu, terlihat ada dua ekor buaya yang naik tepat di bawah kendang kambing. Buaya dengan ukuran cukup besar, naik ke permukaan dan berada tepat di bawah kendang kambing. Beruntung, buaya tidak sampai naik ke kendang.”Makanya saat Bengawan Solo airnya naik sekarang ini, sebagian kambing saya pindahkan ke kendang lain,” imbuhnya.
Kusnudin menceritakan, pada Februari 2023 silam, kerap muncul 3-4 ekor buaya yang berada di Bengawan Solo, belakang rumahnya di Desa Kebunagung, Kecamatan Padangan, Bojonegoro. Saat itu, buaya nampak masih kecil, seukuran paha orang dewasa. Ada juga satu ekor yang besar di antara buaya lain yang muncul di permukaan air.
Tapi, dalam perkembangannya jumlah buaya yang muncul bertambah, di kisaran 5-7 ekor. Warga yang rumahnya dekat Bengawann Solo kerap melihat buaya, terutama pada pagi dan sore berada di pinggir Bengawan Solo.
Warga mengakui khawatir dengan bertambahnya jumlah buaya yang kerap muncul, mengganggu aktivitas, terutama saat berada di Bengawan Solo. Apalagi, di sekitar itu, terdapat muara—anak sungai—yang kerap digunakaan warga mencari ikan dengan cara menjaring dan memancing.
Sebelumnya, Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bojonegoro evakuasi buaya dewasa di Kali Prudung, Desa Kebunagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jumat 16 Februari 2024. Buaya ukuran panjang sekitar 1,8 meter ini ditemukan di pinggir Kali Prudung yang merupakan Anak Sungai Bengawan Solo.
Yang pertama kali melapor keberadaan buaya yaitu Sulkan, warga Dusun Brangkal, Desa Kebunagung, Padangan pada Jumat siang. Selanjutnya penampakan buaya dilaporkan ke Damkar Pos Padangan, Bojonegoro.
Sebanyak 8 anggota gabungan Damkar Pos Padangan dan Damkar Pos Kota menuju ke Sungai Prudung, Desa Kebunagung. Tiga anggota terjun ke kali dan berhasil menjerat binatang amfibi tersebut. “Ada laporan kemunculan buaya,” ujar Kepala Pelaksana Damkar Kabupaten Bojonegoro Achmad Gunawan, ketika itu.