Khamzat Chimaev vs Dricus Du Plessis: Laga Panas Penentu Masa Depan “Borz”
Duel besar akan tersaji di UFC 319 saat petarung tak terkalahkan berjuluk Borza atau serigala, Khamzat Chimaev, menantang juara kelas menengah Dricus Du Plessis. Pertarungan yang digelar di United Center, Chicago, Amerika Serikat, Minggu 17 Agustus 2025 waktu Indonesia, menjadi momen paling krusial dalam karier Chimaev.
Bagi Chimaev, ini adalah perebutan gelar pertama sejak debutnya di UFC. Mantan juara UFC, Michael Bisping, menyebut kemenangan adalah harga mati jika Chimaev ingin mengukuhkan statusnya di jajaran elite MMA. “Jika Anda tidak menunjukkan kemampuan sesungguhnya, itu tidak akan berarti apa-apa. Kekalahan di sini bisa membuatnya dilupakan,” ujar Bisping.
Meski datang dengan rekor tak ternoda, perjalanan Chimaev menuju laga ini tidak selalu mulus. Kemenangannya atas Kamaru Usman sempat menuai kritik karena dianggap terlalu ketat. Kini, pertarungan melawan Du Plessis akan membuktikan apakah Chimaev layak masuk sejarah atau hanya sekadar “potensial” yang hilang ditelan zaman.
Menanggapi anggapan bahwa dirinya tak akan sanggup meladeni Du Plessis dalam pertarungan lima ronde, Chimaev memilih cuek. “Orang-orang bilang Dricus punya stamina bagus. Lalu mereka melihat saya, mereka bilang saya cuma hype,” kata Chimaev kepada UFC Eurasia.
Chimaev bahkan membandingkan performanya dengan Du Plessis saat menghadapi Robert Whittaker. Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan kelemahan sang juara bertahan.
Sebagai catatan, pada laga itu, Whittaker di ronde pertama lewat submission, sementara Dricus menang di ronde kedua lewat TKO. Whittaker sempat menjatuhkan Dricus, tapi dia tidak pernah memukulnya.
Pertemuan gaya bertarung antara Chimaev dan Du Plessis di UFC 319 diprediksi akan menjadi duel panas yang menentukan masa depan keduanya di panggung MMA dunia.