Ketua Umum Aptrindo Sebut Kemacetan Ketapang Sangat Rugikan Sopir dan Pengusaha
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, mengatakan, kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang sangat merugikan perusahaan maupun sopir logistik. Akibat kemacetan ini, sopir harus menunggu tiga sampai lima hari untuk menyeberang.
"Tentunya mempunyai dampak terhadap supir-supir kita, operasional terganggu, logistik juga terhambat," katanya ditemui usai rapat di Pelabuhan Ketapang, Sabtu, 11 Juli 2026 petang.
Kerugian yang harus ditanggung para sopir menurutya sangat besar. Mulai biaya operasional hingga keugian akibat keterlambatan pengiriman logistik. Dia menyebut, satu hari itu truk itu seharusnya bisa menghasilkan Rp1 juta rupiah.
"Tinggal hitung aja berapa truk yang akan terhambat di situ per hari. Jadi sangat merugikan kita lah," ujarnya.
Persoalan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang, kata Dia, adalah kurangnya sarana infrastruktur seperti dermaga. Dia juga menyayangkan digitalisasi pembelian tiket melalui Ferizy yang tidak bisa dimanfaatkan sebagai database dalam pengelolaan transportasi penyeberangan.
Seharusnya, kata dia, Ferizy bisa menjadi database untuk perencanaan dalam tata kelola penyeberangan.
"Kita sebetulnya sangat menyayangkan bahwa kita mengarahkan Ferizy ini dulu sebagai suatu database yang membuat suatu perencanaan lebih baik," tegasnya.
Oleh karena itu, dia berharap ada upgrade Ferizy agar bisa menjadi database perencanaan. Sebab lalu lintas kendaraan logistik itu sudah berjalan rutin dan terjadwal.
"Tapi kalau database-nya tidak dikelola dengan baik dan sarananya juga tidak jalan berarti ini kan perlu dioptimalisasikan," ujarnya.