Probolinggo: Lazimnya kerapan sapi digelar di tanah lapang yang tandus. Tapi ini beda! Ya, Kerapan sapi Brujul khas kota Probolinggo ini justru digelar di area berlumpur. Bisa dibayangkan bagaimana seru dan dahsyatnya para sapi beradu lari cepat di medan berlunpur ini. Kerapan Sapi Brujul digelar dalam rangkaian Semipro (Seminggu di Probolinggo) yang digelar Pemkot Probolinggo. Saat digelar final, Rabu lalu, dipadati ribuan penonton dari penjuru Jatim. Juga hadir sejumlah pejabat dari Bakorwil V Jember. Lomba diikuti total 50 pasang sapi Brujul. "Sementara peserta memang kami dibatasi hanya dari Kota Probolinggo saja. Tahun-tahun ke depan mungkin akan kita buka se-Indonesia, karena ini potensi wisata yang luar biasa milik kota Probolinggo,," ujar Kadisbuspar Pemkot Probolinggo Agus Efendikepada ngopibareng.id tadi pagi. Sebanyak 50 pasang peserta ini dibagi dua kelompok A & B. Lomba memperebutkan piala bergilir Walikota Probolinggo. Hadiah utama sepeda motor. Final yang digelar di lapangan Kerapan Sapi milik Disbudpar Jl. Kyai Syafii Wonoasih Kota Probolinggo ini mampu menyedot ribuan pengunjung. Ini karena unik dan serunya melihat joki memacu sapi kerapannya di jalur berlumpur dan penuh air. Menurut Kadisbudpar, potensi kerapan sapin Brujul ini khas milik kota Probolinggo, yang tidak akan ditemui di daerah lain di Indonesia. Digelar tiap tahun saat pelaksanaan Hari Jadi Kota Probolinggo yang diberi lebel Semipro (Seminggu di Probolinggo). Tahun ini Semipro bekerjasama dengan ngopibareng.id menggelar Pesona Tlatah Jawa-timuran (PTJ) Ngopi Bareng Gus Ipul 2017 yang disponsori Kapal Api dan motor Honda MPM. (dmr)