Kenali Penyebab Asam Urat dan Langkah Efektif Mencegah Kekambuhannya
Banyak orang menganggap asam urat hanya sebagai penyakit yang menyebabkan nyeri sendi sesaat. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menimbulkan kerusakan sendi permanen hingga meningkatkan risiko gangguan ginjal dan penyakit jantung.
Vovinda Rujiana dari RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta dalam tulisannyaberjudul Berujung Nyeri Fakta Penyakit Asam Urat yang Perlu Kamu Tahu menjelaskan bahwa asam urat merupakan penyakit radang sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam persendian. Kondisi ini paling sering menyerang jempol kaki, tetapi juga dapat mengenai pergelangan kaki, lutut, tangan, dan sendi lainnya.
Asam urat sebenarnya merupakan zat sisa yang terbentuk saat tubuh memecah purin. Purin berasal dari makanan tertentu seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis makanan laut. Tubuh juga menghasilkan purin secara alami melalui proses metabolisme.
Dalam kondisi normal, ginjal akan membuang asam urat melalui urine. Namun, masalah muncul ketika produksi asam urat meningkat atau kemampuan tubuh membuangnya menurun. Akibatnya, kadar asam urat dalam darah naik dan memicu kondisi yang dikenal sebagai hiperurisemia. Jika berlangsung lama, asam urat dapat membentuk kristal tajam yang mengendap di dalam sendi. Endapan inilah yang kemudian memicu serangan gout.
Mengapa Serangan Asam Urat Sangat Menyakitkan?
Banyak penderita menggambarkan nyeri asam urat sebagai salah satu nyeri sendi paling menyiksa. Bahkan, sebagian pasien mengaku tidak sanggup menyentuhkan selimut ke area yang terkena. Hal ini terjadi karena kristal asam urat memiliki bentuk menyerupai jarum kecil yang keras. Ketika kristal tersebut menumpuk di dalam sendi, sistem kekebalan tubuh menganggapnya sebagai benda asing. Tubuh kemudian merespons dengan peradangan hebat.
Peradangan tersebut menyebabkan sendi terasa nyeri luar biasa, bengkak, kemerahan, hangat, dan tegang. Serangan sering muncul secara mendadak, terutama pada malam hingga dini hari. Para ahli menjelaskan bahwa jempol kaki menjadi lokasi yang paling sering terkena karena suhu di area tersebut lebih rendah dibandingkan bagian tubuh lainnya. Kondisi itu mempermudah terbentuknya kristal asam urat.
Selain itu tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi akan mengalami gout atau istilah medis untuk penyakit radang sendi yang disebabkan oleh penumpukan kristal asam urat di dalam dan sekitar persendian. Namun, risiko akan meningkat jika kadar asam urat terus berada di atas batas normal dalam waktu lama. Risiko juga lebih tinggi pada pria dewasa hingga lanjut usia. Pada perempuan, risiko biasanya meningkat setelah menopause. Selain faktor usia dan jenis kelamin, riwayat keluarga turut berperan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan gout lebih berisiko mengalami kondisi serupa.
Melansir laman keslan.kemkes. go.id, pola makan juga menjadi faktor penting. Konsumsi jeroan, daging merah, seafood tertentu, kaldu pekat, minuman beralkohol, serta minuman tinggi gula fruktosa dapat meningkatkan kadar asam urat. Obesitas, diabetes, hipertensi, sindrom metabolik, dan penyakit ginjal juga sering ditemukan pada penderita gout. Beberapa jenis obat seperti diuretik, aspirin dosis rendah, dan obat kanker tertentu turut berkontribusi meningkatkan risiko.
Serangan asam urat biasanya datang secara tiba-tiba. Penderita sering terbangun pada malam hari karena nyeri yang sangat hebat di salah satu sendi. Sendi yang terkena umumnya tampak membengkak, kemerahan, terasa panas, dan terlihat mengilap. Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami demam ringan dan tubuh terasa tidak nyaman.
Jika penyakit berlangsung bertahun-tahun tanpa pengobatan yang tepat, dapat muncul benjolan yang disebut tofus. Benjolan ini berisi kumpulan kristal asam urat dan sering ditemukan di sekitar sendi, tendon Achilles, maupun daun telinga. Tofus bukan hanya mengganggu penampilan. Kondisi ini juga dapat merusak struktur sendi dan menurunkan fungsi gerak secara permanen.
Pengobatan Tidak Hanya Menghilangkan Nyeri
Pengobatan asam urat memiliki dua tujuan utama. Pertama, mengatasi nyeri dan peradangan saat serangan akut terjadi. Kedua, mencegah serangan berulang melalui pengendalian kadar asam urat dalam jangka panjang.
Para ahli menegaskan bahwa obat saja tidak cukup untuk mengendalikan asam urat. Perubahan gaya hidup memiliki peran besar dalam mencegah kekambuhan. Menjaga berat badan ideal dapat membantu menurunkan kadar asam urat. Selain itu, penderita perlu membatasi konsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis seafood.
Kebiasaan minum air putih yang cukup juga sangat penting. Cairan membantu ginjal membuang asam urat lebih efektif. Pengendalian tekanan darah, gula darah, dan kesehatan ginjal juga perlu menjadi perhatian.
Penyakit asam urat bukan sekadar masalah nyeri sendi. Jika tidak dikontrol dengan baik, serangan dapat terjadi lebih sering dan menyerang banyak sendi sekaligus. Dalam jangka panjang, penderita berisiko mengalami kerusakan sendi permanen, kecacatan, pembentukan batu ginjal, hingga penurunan fungsi ginjal. Sejumlah penelitian juga menunjukkan hubungan antara kadar asam urat tinggi dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.
Penulis: Nurul Huda