Kemensos Dirikan 30 Dapur Umum untuk 80 Ribu Korban dan Longsor di Sumatera
Oleh: Nurul Huda
Ada puluhan dapur umum yang didirikan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam menangani banjir yang melanda beberapa daerah di Sumatera. Sekitar 30 titik ini bisa menyajikan lebih dari 80 ribu porsi makanan setiap harinya. Layanan dapur umum dan dapur mandiri tersebut menjangkau beberapa titik dengan kapasitas sajian di Sumatera Barat seperti Kota Padang, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan. Kemudian ada DI Sumatera Utara yaitu Mandailing Natal, Langkat, Tapanuli Utara. Sedangkan wilayah Aceh yaitu Subulussalam, Pidie Jaya, dan sekitarnya,
Untuk Sumatera Barat mampu melayani sekitar 28.000 bungkus makanan per hari. Sedangkan dapur umum di Sumatera Utara mampu membuat sekitar 30.000 bungkus makanan per hari. Smeentara wailayah Aceh melayani sekitar 30.000 bungkus makanan per harinya.
"Pendirian dapur ini sudah kita lakukan sejak awal ketika terjadi bencana sampai nanti waktu yang dibutuhkan. Kemudian, yang juga terlibat adalah teman-teman Taruna Siaga Bencana (Tagana), ada lebih dari 500 yang terlibat membantu evakuasi dan membantu di dapur-dapur umum," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Selasa 2 Desember 2025.
Menurutnya bantuan datang dari berbagai instansi, baik itu pemerintah maupun swasta. Selain itu Kemensos juga telah mengirimkan bantuan berupa bahan-bahan pokok, makanan siap saji, pakaian untuk ibu dan anak, hingga obat-obatan. Selain itu juga bantuan berupa tenda, matras, selimut, dan lainnya.
"Semuanya sudah kita kirim ke berbagai titik. Nilainya itu sudah hampir mencapai Rp25 miliar (bantuan dari seluruh instansi) secara keseluruhan, yang sampai sekarang kita terus bekerja. Insyaallah, mudah-mudahan karena pengungsi sudah berangsur-angsur kembali ke rumah, tentu kita akan menyesuaikan pada tahap-tahap berikutnya ini," tambahnya.
Pada tahap awal, lanjutnya, bantuan di Tapanuli Tengah, sempat mengalami kendala karena sulitnya akses.
"Awalnya kita sempat menggunakan helikopter kecil untuk mengirim logistik itu, tetapi setelah aksesnya bisa dibuka, kita bisa kirim lewat darat, baik itu lewat truk maupun menggunakan kapal. Jadi, sebagian juga ada yang tertahan sampai dua hari, tetapi sekarang sudah bisa sampai di tempat, sejak tiga hari yang lalu kita juga sudah mengirimkan lewat kapal," paparnya.
Dukungan Logistik Bertambah
Tercatat hingga kemarin, Senin 1 Desember 2025, total nilai bantuan logistik bufferstock yang telah didistribusikan Kemensos untuk tiga provinsi tersebut mencapai sekitar Rp14,5 miliar. Selain itu melalui juga menggerakkan layanan Bantuan Bahan Natura melalui dapur umum dan dapur mandiri dengan nilai sekitar Rp4,5 miliar. Angka-angka tersebut masih terus bergerak naik, seiring penambahan titik layanan dapur umum yang akan diperbarui setiap hari sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Sementara itu Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kutacane, Aceh Tenggara, memastikan bantuan diterima seluruh korban, baik yang mengungsi secara mandiri maupun di shelter resmi. Pihaknya juga melibatkan melibatkan unsur Tagana, TKSK, serta SDM Program Keluarga Harapan (PKH). Wamensos memastikan bahwa kebutuhan tambahan akan segera ditindaklanjuti.
“Kalau ada kebutuhan yang mendesak, silakan dikomunikasikan dengan Dinas Sosial dan dikoordinasikan dengan Kemensos. Jangan sampai kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian tidak bisa kita tangani. Kita harus bersinergi agar para korban benar-benar terperhatikan,” tegasnya.
Selain mengoperasikan dapur umum, Kemensos juga menerapkan skema dukungan logistik melalui Dinas Sosial setempat. Mekanisme yang dilakukan adalah pengiriman bahan pokok untuk kemudian dibelanjakan oleh dinas, sementara pembiayaannya akan direimburse oleh Kemensos. “Kita bisa berhubungan langsung dengan tokoh setempat, nanti akan kita urus,” tambah Wamensos Agus Jabo.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti meninjau sejumlah titik infrastruktur yang terdampak. Ia mengungkapkan bahwa dua jembatan mengalami putus total akibat banjir bandang yang terjadi pekan lalu. “Kami sedih melihat kondisi ini. Kerusakan jembatan akan memutus perekonomian dan konektivitas warga. Pemerintah akan bersama-sama melakukan perbaikan seluruh infrastruktur yang terdampak,” ujar Diana. Wamen PUPR menambahkan bahwa proses identifikasi kerusakan sedang dilakukan, tidak hanya di Kutacane tetapi juga di wilayah lain yang terdampak. “Karena ini masa darurat dan sudah ada SK, kami sedang menentukan langkah tercepat. Mudah-mudahan perbaikan bisa diselesaikan dalam 3–4 bulan,” katanya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam data terkininya menyebut "Sumatera Utara 293 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa dan Aceh 173 jiwa. Jumlah meninggal dunia 631 jiwa," seperti yang tertera dalam data Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025 pada Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) pada Selasa 2 Desember 2025.