Kematian Kiper Persela Mengingatkan Tragedi Tambaksari 17 Tahun Silam.....
Lamongan: Tragedi kematian pemain sepakbola dalam pertandingan tidak hanya terjadi pada kiper Persela Choirul Huda. Sebelumnya beberapa nama pemain juga meregang nyawa usai berlaga membela timnya.
Peristiwa meninggalnya Choirul Huda hampir sama dengan yang terjadi di Stadion Gelora 10 November Tambaksari, Surabaya, 17 tahun silam. Tepat tanggal 3 April 2000, gelandang Persebaya Surabaya, Eri Irianto, meninggal dunia.
Saat itu Eri Irianto sempat mengalami benturan dengan pemain PSM Makassar. Eri sebelumnya sempat tak sadarkan dirinya, yang awalnya diduga terkena serangan jantung. Sempat mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Soetomo, nyawa pria berusa 26 tahun tersebut tak tertolong. Hingga saat ini kostum bernomor punggung 19 dan nama Eri Erianto diabadikan di Mess Persebaya, Jalan Karangayam, Surabaya.
Selain Eri Irianto, pemain asal PKT Bontang Jumadi Abdi juga meninggal dunia pasca mendapatkan benturan keras di bagian perut. Jumadi mendapatkan benturan keras dari pemain Persela, Denny Tarkas.
Jumadi sempat terpakar dan tak sadarkan diri di atas lapangan. Sempat mendapatkan perawatan selama Sembilan hari di Rumah Sakit, eks pemain Timnas SEA Games 2005 itu pun akhirnya meninggal dunia karena robekan di bagian usus halusnya.
Pemain lain yang meregang nyawa adalah Akly Fairuz. Penyerang Persiraja Banda Aceh dinyatakan meninggal dunia pasca mengalami benturan di atas lapangan. Peristiwa yang terjadi sama dengan Jumadi, yakni mengalami benturan pada perutnya pada 10 Mei 2014.
Setelah enam hari dirawat di RS Zainal Abidin, Fairiz akhirnya meninggal lantaran bocornya kantung kemih yang membuat dirinya tak sadarkan diri, dan nyawanya tak lagi tertolong. tom