Kelulusan Berbasis Aksi Sosial, SMA Al Muslim Sidoarjo Ubah Momen Wisuda Jadi Ajang Pengabdian
Tradisi kelulusan sekolah yang identik dengan seremoni kini mulai bergeser. SMA Al Muslim Jawa Timur menghadirkan pendekatan berbeda melalui program GraduAction 2026: Graduate with Impact, yang menekankan kontribusi nyata siswa kepada masyarakat sebagai bagian dari perayaan kelulusan.
Mengusung tema “The Last Bell, The First Impact”, kegiatan ini tidak sekadar menandai berakhirnya masa studi siswa kelas XII, tetapi juga menjadi titik awal perjalanan mereka untuk memberi dampak positif di lingkungan sekitar.
Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kelulusan yang disambut suasana haru dan bahagia. Namun, yang membedakan adalah rangkaian kegiatan lanjutan yang mengedepankan aksi sosial dan pengalaman nyata di lapangan.
Kepala SMA Al Muslim, Dr. Mahmudah, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa konsep kelulusan berbasis aksi ini menjadi bagian dari strategi pendidikan karakter.
“Kelulusan bukan sekadar seremoni, tetapi momentum membentuk kepedulian sosial siswa. Kami ingin mereka benar-benar hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026.
Salah satu program unggulan dalam GraduAction 2026 adalah edukasi eco enzim yang dilakukan di SMP Negeri 1 Waru. Para siswa memberikan pelatihan langsung tentang pembuatan eco enzim serta manfaatnya sebagai produk ramah lingkungan, seperti sabun cuci piring dan pembersih rumah tangga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik yang bisa langsung diterapkan,” tambah Mahmudah.
Selain itu, siswa juga mengikuti program Personal Assistant (PA), di mana mereka berperan sebagai pendidik di berbagai unit pendidikan Al Muslim, mulai dari KB/TK hingga SMA. Program ini memberi pengalaman langsung tentang dinamika dunia pendidikan.
Ustaz Rifqi menilai program tersebut efektif dalam membangun karakter siswa. “Siswa belajar mengelola waktu, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan. Ini adalah bekal penting sebelum mereka terjun ke masyarakat luas,” jelasnya.
Sementara itu, Ustadzah Ida mengapresiasi kontribusi siswa yang dinilai mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang lebih segar.
“Kehadiran mereka membawa energi baru di kelas. Siswa menjadi lebih termotivasi karena metode yang digunakan kreatif dan interaktif,” ungkapnya.
Dari sisi peserta, pengalaman ini memberikan perspektif baru. Abil, peserta PA di SD Al Muslim, mengaku mulai memahami tantangan profesi guru.
“Ternyata mengajar tidak semudah yang dibayangkan. Perlu kesabaran ekstra untuk mengkondisikan kelas sekaligus menyampaikan materi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Fayyad yang bertugas di SMP Al Muslim. “Kegiatan ini membuka wawasan kami bahwa menjadi guru membutuhkan energi besar dan kemampuan komunikasi yang baik,” katanya.
Pengalaman mengajar siswa usia dini juga memberikan pelajaran tersendiri. Nabila, yang bertugas di KB/TK, menilai kreativitas menjadi kunci utama dalam proses pembelajaran.
“Kami belajar bagaimana menghadapi anak-anak dengan pendekatan yang menyenangkan. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Penanggung jawab kegiatan, Ustadzah Siska, menegaskan bahwa GraduAction 2026 dirancang agar siswa memperoleh pengalaman yang relevan dengan kehidupan nyata. “Kami ingin kelulusan ini menjadi titik awal, bukan akhir. Siswa diharapkan mampu membawa dampak positif dimanapun mereka berada,” tegasnya.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi. Dalam momen ini, siswa diajak mengevaluasi perjalanan mereka serta memperkuat nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, dan komitmen sosial.
Melalui konsep ini, SMA Al Muslim Jawa Timur menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Lulusan diharapkan mampu menjadi generasi yang adaptif, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.