Kelas Bareng Karang Taruna di Jenu Tuban, Perangi Hoaks dan Disinformasi
Pesatnya perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat. Media sosial kini menjadi sarana utama untuk berkomunikasi, mencari informasi, hingga mengembangkan usaha. Namun, kemudahan tersebut juga harus diimbangi dengan sikap bijak dalam menggunakannya agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Kementerian Komunikasi dan Digital (sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika) pada tahun 2018 merilis data bahwa 92.40% konten sosial media di Indonesia terindikasi sebagai konten negatif baik berupa hoaks, disinformasi, maupun ujaran kebencian.
Sementara itu, Microsoft News Center baru-baru ini juga merilis peringkat Indeks Kesopanan Digital dimana Indonesia tercatat menempati peringkat 29 dari 32 negara yang dinilai. Hal ini menunjukkan bahwa isu mengenai penyebaran konten negatif perlu mendapat perhatian lebih dari pemangku kepentingan terkait.
Berangkat dari hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Project Early Work (EW) GRR Tuban berkolaborasi dengan PRPP menginisiasi penyelenggaraan kegiatan bertajuk Kelas Bareng Karang Taruna.
Kegiatan tersebut berfokus pada edukasi pemanfaatan sosial media dan internet yang bertanggung jawab khususnya pada generasi muda di desa sekitar area Proyek GRR Tuban.
Salah satu tokoh pemuda Desa Beji, Kecamatan Jenu, Fatkhul Niam, 32 tahun, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Kelas Bareng Karang Taruna di Desa Beji, Rabu 23 Juli 2026.
“Acara (Kelas Bareng Karang Taruna) ini sangat bermanfaat mengingat kami di Karang Taruna memerlukan pengetahuan tambahan dalam berorganisasi, diantaranya mengenai tertib administrasi dan cara bermedia sosial (yang disampaikan pada program ini). Semoga kegiatan ini bisa berlanjut dengan praktik-praktik yang baik dalam wujud teman-teman karang taruna dapat mengabarkan sisi positif, kabar baik, dan informasi yang baik dari Desa Beji melalui konten yang kreatif,” tegas Niam panggilan akrabnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Wildan, 25 tahun, pengurus Karang Taruna Satya Muda Karya Desa Mentoso, Kecamatan Jenu, ia berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dengan membawa lebih banyak tema-tema pembelajaran lain yang bermanfaat bagi generasi muda desa.
Pada kesempatan terpisah, Pjs. Sr. Project Manager EW GRR Tuban, Febrian Dwi Prastyo menyatakan pentingnya peran generasi muda yang notabene lebih melek teknologi untuk menjadi garda depan menangkal penyebaran informasi negatif di tengah-tengah masyarakat.
“Penyebaran informasi yang masif saat ini memerlukan kedewasaan (dari masyarakat) untuk menyikapinya. Karang Taruna sebagai ujung tombak kegiatan generasi muda yang melek teknologi dan informasi di desa harus mengambil langkah proaktif untuk turut serta dalam mengurangi penyebaran informasi negatif,” ujar Febrian.
Febrian berharap, program ini dapat mendorong generasi muda khususnya yang berasal dari area sekitar Proyek GRR Tuban untuk dapat mempromosikan informasi yang bertanggung jawab di tengah-tengah maraknya disinformasi dan penyebaran berita negatif di tengah masyarakat.
Sebatas diketahui, Kelas Bareng Karang Taruna tahun 2026 ini dihadiri 160 orang pengurus dan anggota karang taruna desa sekitar area proyek GRR Tuban.
Selain diselenggarakan di desa Beji dan Mentoso, kegiatan ini juga diselenggarakan di desa lain yaitu Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, dan, Kaliuntu selama bulan Juni hingga Juli 2026 ini.
Selain memberikan edukasi mengenai etika dan bijak bermedia sosial, para peserta juga mendapatkan pelatihan terkait teknik membuat konten sosial media yang efektif serta pengenalan aspek pengelolaan dokumen dan arsip.
Kegiatan ini juga menjadi komitmen Proyek EW GRR Tuban dan PRPP pada implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.