Kebakaran Hebat di Pademangan Jakarta Utara, Empat Orang Meninggal Dunia
Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Gang 27, Pademangan Timur, Jakarta Utara, pada Rabu 15 Oktober 2025 dini hari. Peristiwa tragis ini menelan empat korban jiwa yang diduga terjebak di dalam rumah saat api membesar dan melalap seluruh bangunan.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut pertama kali beredar di media sosial melalui akun Jakut Info, yang memperlihatkan video kobaran api besar membakar deretan rumah warga di kawasan tersebut.
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta yang menerima laporan pukul 03.55 WIB, langsung mengerahkan 11 unit mobil pemadam dan puluhan personel ke lokasi. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.17 WIB setelah hampir dua jam upaya pemadaman.
Data BPBD DKI Jakarta, kebakaran di Jalan Pademangan Raya, Kecamatan Pademangan, menghanguskan tiga rumah tinggal berlantai dua yang ditempati tiga kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Dari peristiwa tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia akibat terjebak api di dalam rumah.
"Ada empat orang korban meninggal dunia dalam kebakaran ini," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kapusdatin BPBD) DKI Jakarta Mohamad Yohan dikutip Antara Jakarta.
Selain korban meninggal, sejumlah warga lainnya mengalami luka ringan akibat menghirup asap tebal dan sedang menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Kepolisian bersama tim pemadam dan BPBD masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Namun, dugaan sementara api berasal dari aktivitas pembakaran tembaga, yang kemudian memicu kobaran besar dan merambat ke rumah sekitar.
Adapun proses identifikasi terhadap keempat korban meninggal dunia masih dilakukan oleh pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Penanganan kebakaran ini melibatkan sejumlah instansi, termasuk BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PLN, PSKB/Tagana Dinsos, Polsek, dan Koramil setempat.
Berkat koordinasi cepat lintas instansi, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke permukiman lain di sekitar lokasi.