Kawasan Industri Kecil Sidoarjo Dinilai Potensial Kembangkan IKM
Pengembangan kawasan industri kecil di Kabupaten Sidoarjo dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian daerah sekaligus menata aktivitas industri agar lebih tertib dan terorganisasi.
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, saat meninjau langsung kawasan industri kecil yang berada di Sidoarjo, Senin, 9 Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ia menilai kawasan industri yang memiliki luas sekitar 80 hektare itu memiliki potensi besar untuk mendorong perkembangan industri kecil dan menengah (IKM). Kawasan tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 130 pelaku usaha industri kecil.
Menurutnya, konsep kawasan industri yang terintegrasi dengan fasilitas perbengkelan modern menjadi nilai tambah yang dapat mendukung aktivitas produksi sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja.
“Kawasan industri kecil ini sangat baik. Apalagi dilengkapi fasilitas perbengkelan modern yang dapat membantu pembuatan maupun perbaikan peralatan produksi industri kecil, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi tenaga kerja,” ujar Bambang Haryo.
Ia menilai keberadaan fasilitas tersebut dapat mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang dibutuhkan sektor industri.
Dorong Insentif Energi untuk Industri Kecil
Selain penguatan fasilitas, Bambang Haryo juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah agar kawasan industri kecil dapat berkembang secara optimal. Salah satu bentuk dukungan yang dianggap penting adalah pemberian insentif energi bagi pelaku industri.
Ia menilai biaya energi seperti listrik, gas, dan bahan bakar minyak masih menjadi beban operasional yang cukup besar bagi industri kecil.
“Pemerintah perlu memberikan perhatian lebih, terutama dalam bentuk insentif energi seperti harga listrik, gas, hingga BBM yang lebih terjangkau bagi industri yang berada di kawasan industri,” katanya.
Menurutnya, perlakuan khusus tersebut dapat meningkatkan daya saing industri kecil sekaligus menjaga keberlangsungan usaha para pelaku IKM.
Ribuan Industri Butuh Kawasan Terpadu
Bambang Haryo juga menyoroti besarnya jumlah industri yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Ia memperkirakan jumlahnya mencapai puluhan ribu unit usaha, sehingga membutuhkan fasilitas kawasan industri yang memadai agar aktivitas produksi tidak bercampur dengan kawasan permukiman.
Dengan adanya kawasan industri terpadu, para pelaku usaha juga dapat memanfaatkan fasilitas peralatan produksi yang tersedia untuk meningkatkan efisiensi kerja.
“Industri di Sidoarjo jumlahnya sangat banyak, bisa mencapai puluhan ribu unit. Kawasan seperti ini penting agar mereka mengetahui bahwa ada fasilitas yang bisa membantu pembenahan peralatan produksi,” jelasnya.
Akses KUR Jadi Solusi Permodalan
Di sisi lain, Bambang Haryo juga menyoroti masih adanya sejumlah pelaku industri kecil yang mengalami kesulitan dalam membayar biaya sewa lahan di kawasan industri tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong pemanfaatan program pembiayaan dari pemerintah, termasuk akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha yang masih memiliki potensi produksi.
“Jika usahanya masih berjalan dengan baik, mereka bisa memanfaatkan KUR. Pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan bisa menjadi solusi agar usaha tetap berjalan dan tidak berhenti,” ujarnya.
UPT Tetap Layani Industri Meski Peralatan Terbatas
Sementara itu, Kepala UPT Industri Logam dan Perekayasaan Sidoarjo Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Elok Syafrida, mengatakan, pihaknya hingga kini tetap melayani berbagai kebutuhan jasa produksi dari pelaku industri kecil dan menengah.
Meski demikian, ia mengakui fasilitas peralatan yang dimiliki saat ini masih terbatas.
“Kami masih menerima berbagai layanan jasa dari pelaku IKM industri. Walaupun mesin yang tersedia belum banyak, kami berupaya semaksimal mungkin agar kebutuhan pelaku usaha tetap bisa terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas pengguna layanan berasal dari pelaku industri lokal Sidoarjo, meskipun ada juga pelaku usaha dari luar daerah yang memanfaatkan fasilitas tersebut.
Harapan Bantuan Mesin dari Pemerintah Pusat
Hal senada disampaikan Kepala UPT Industri Makanan, Minuman, dan Kemasan Sidoarjo, Nuring. Ia berharap kunjungan DPR RI dapat membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat, terutama dalam bentuk bantuan peralatan produksi. Menurutnya, tambahan mesin produksi, khususnya untuk fasilitas pengemasan dan packaging, akan sangat membantu meningkatkan pelayanan bagi pelaku IKM.
“Kami berharap ada perhatian dari Kementerian Perindustrian, terutama bantuan hibah permesinan, khususnya untuk fasilitas pengemasan dan packaging,” kata Nuring.
Ia juga mengajak para pelaku IKM di Sidoarjo untuk memanfaatkan fasilitas pengolahan pangan dan pengemasan yang tersedia di UPT tersebut guna meningkatkan kualitas produk.
“Kami membuka layanan bagi pelaku IKM yang ingin memanfaatkan fasilitas pengolahan pangan dan packaging agar produk mereka memiliki nilai tambah,” pungkasnya.